KONSEP MAHABBAH DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Maudhu’i)

Mujetaba Mustafa

Abstract


Mahabbah adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari kata kerja Ahabba-Yuhibbu-Mahabbatan, maknanya mencintai secara mendalam,kecintaan, atau cinta yang mendalam. Mahabbah didefinisikan sebagaikecenderungan hati secara total pada sesuatu, perhatian terhadapnyamelebihi perhatian pada diri sendiri, jiwa dan harta. Mahabbah juga bisa bermakna sikap diri yang muncul sebagai bukti cinta kepada Zat Pemilik Segala Keagunganlahir dan batiniah, mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dengan term-term yang menunjuk makna mahabbah dalam al-Qur’an, dipahami bahwa mahabbah bukanlah sekedar ungkpan pujian kepada yang dicintai, tetapi terwujud berupa sikap dan karakteristik mulia dalam bentuk sikap diri, sikap sosial, dan karater yang mengundang cinta Allah. Mahabbah atau rasa cinta yang hakiki adalah rasa cinta yang bermuara kepada pemilik keagungan yaitu Allah SWT. Cinta kepada apa pun akan menjadi palsu jika tidak berbingkai rasa cinta atas-Nya.


Full Text:

PDF

References


Abdul Fatah Muhammad Sayyid Ahmad, Tasawuf antara al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah, terj. M. Muchson Anasy, Jakarta Selatan: Khalifa, 2005

Abu Ishak Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Atsa’labi an-Naisaburi, Al-Kasyfu wal Bayan, Cet. VI, Bairut: Darul Ihya’ Turats al-‘Arabi, 2002

Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, Cet. IV, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002

Abul Qasim al-Qusyairi an-Naisaburi, Risalah Qusyairiyah: Sumber Kajian Ilmu Tasawuf, terj. ‘Umar Faruq, Jakarta: Pustaka Amani, 1998

Ahmad bin Hambal, Musnad Imam Ahmad bin Hambal, Juz 5, t.t.p.: Dar al-Fikr,t.t

Ahmad Mubarok, Jiwa Dalam Al-Qur’an; Solusi Krisis Keharmonisan Manusia Modern. Jakarta: Paramadina, 2000

Al-Qusyairi al-Naisaburi, Al-Risalah al-Qusyairiyah, Mesir: Dar al-Kahir, t.t.

An-Nabawi Jaber Siraj dan ‘Abdussalam A. Halim Mahmud, Rabi’ah Sang Obor Cinta Sketsa Sufisme Wali Perempuan, Yogyakarta: Sabda Persada, 2003.

Harun Nasution, Falsafah dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1983.

Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Abad 21. Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru, 2003.

Imam al-Ghazali, Ringkasan Ihya’ Ulumiddin, terj. Abu Fajar al-Qolami, Cet. 1, Surabaya: Gitamedia Press, 2003

Jamil Shaliba, Al-Mu’jam al-Falsafi, Jilid 2, Mesir: Dar al-Kairo, 1978.

Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: Hidakarya Agung, 1990

Margareth Smith, Rabi’ah: Pergulatan Spiritual Perempuan, terj. Jamilah Baraja, Cet. IV, Surabaya: Risalah Gusti, 2001.

Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih Bukhari, Juz XIX.

Muhammad Fuad ‘Abdul Baqi, Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur’an, Kairo: Darul Kutub Misriyah, t.t.

Syaikh Muhammad Mahdi al-Ashify, Al-Hubb al-Ilahi fi Ad’iyah Ahlu al-Bait, t.t.p.: t.p., 1995.


Article Metrics

Abstract view : 6 times
PDF - 9 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.