MULTIKULTURALISME DALAM TINJAUAN AL-QUR’AN

Roswati Nurdin

Abstract


Multiculturalism is understood as a system of beliefs and behavior all know and respect the different groups in an organization or society, recognize and appreciate social and cultural differences, and promote and allows their contribution in a its sociocultural context continuous an inclusive who empower all in an organization or the community.In a philosophic manner, multiculturalism this depart from assumptions about glory and honor man ( martabat human ).The principles are in all great world religion.For man had a noble, so attached to their rights should be respected and guarded.Defilement and violation of the rights is the suppression against humanity universal.Therefore, there are several the according to al-qur' differences and to cherish and to avoid conflicts among the multicultural marriages. Writing aims to uncover efforts to al-qur' solutif and harmony among the multicultural marriages, friction that social it prolonged happened.

Multikulturalisme dipahami sebagai sebuah sistem keyakinan dan perilaku yang mengenali dan menghormati keberadaan semua kelompok yang berbeda dalam sebuah organisasi atau masyarakat, mengakui dan menghargai perbedaan-perbedaan sosial budaya, dan mendorong dan memungkinkan kontribusi mereka yang berkesinambungan dalam sebuah konteks budaya yang inklusif yang memberdayakan semua dalam sebuah organisasi atau masyarakat itu. Secara filosofis, multikulturalisme ini berangkat dari asumsi tentang kemuliaan dan kehormatan manusia (human dignity). Dan prinsip ini terdapat dalam semua agama besar dunia. Karena manusia itu mempunyai posisi yang mulia, maka hak-hak yang melekat pada mereka harus dihormati dan dijaga. Penodaan dan pelanggaran terhadap hak-hak asasi tersebut adalah penindasan terhadap kemanusiaan universal. Untuk itu, terdapat beberapa jalan yang dikemukakan oleh Al-Qur'an untuk menghargai perbedaan-perbedaan dan menghindari konflik di tengah-tengah masyarakat multikultural. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap upaya solutif Al-Qur'an dalam mewujudkan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat yang multikultural, agar tidak timbul gesekan sosial yang berkepanjangan yang terjadi.


Full Text:

PDF

References


‘Abd. Ḥamid Ismāil al-Anshāri, al-Syūrā wa Atsāruhu fī al-Dīmuqrāthīyyah, Kairo: al-Maktabah al-Salāfiyah, 1975.

Abd. Muin Salim, Konsepsi Kekuasaan Politik dalam Al-Qur'an, Jakarta; Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan, 1994.

Abu ‘Abdillah Muhammad ibn Ahmad, al-Jāmi li Ahkām al-Qur’ān, Jilid IX, Mesir: Dār al-Kātib al-‘Arabī, 1967.

Abu al-Ḥusain Ibn Fāris bin Zakariyā, Mu’jam Maqāyῐs al-Lughāt, Jilid III, Mesir; Mushtafā al-Bābi al-Ḥalabῐ, 1972.

Abu al-Ḥusain Ibn Fāris bin Zakariyā, Mu’jam Maqāyῐs al-Lughāt, Jilid III, Mesir; Mushtafā al-Bābi al-Ḥalabῐ, 1972.

Abū al-Qāsim Abū al-Husain ibn Muhammad al-Ashfahānῐ, al-Mufradāt fī Gharīb al-Qur’ān Mesir, Mushtafa al-Bāb al-Halābi, 1961.

Abu al-Qasim al-Ḥusain bin Muḥammad al-Ma’rūf bin al- Rāghib al-Aṣfaḥaniy, al-Mufradāt fī Garīb al-Qur’ān, al-Qāhirah al-Miṣriyah; al-Maktabah al-Tawfiqiyyāt, 2003.

Abu Hayyan al-Tauhidi, al-Imtinā’ wa al-Mu’annasah Jilid III, Kairo; t.p, 1944.

Afif Muhammad, Agama dan Konflik Sosial Studi Pengalaman Indonesia, Bandung: MARJA, 2013.

Aḥmad al-Shāwi al-Maliki, Ḥāsyīyah Tafsīr al-Jalalain, Jilid IV, Indonesia, Dārul Ulūm, t.th.

Al-Imām al-Jālil al-Hāfidz Ismail al-Quraisy al-Dimasqi Ibn Katsir, Tafsīr al-Qur’ān al-Adzīm Jilid VII, Beirut; Dār al-Fikr, 1401/1981.

Al-Tahānawi, Kasysyaf Ishthilāhāt al-Funūn, India; tp. p, h.1892.

Hamka Haq, Islam Rahmah Untuk Bangsa, Jakarta; PT. Wahana Semesta Intermedia, 2009.

Ibn Manzur, Lisan al-‘Arab, Jilid IV: Beirut: Dar al-Shadir,1968.

Ibnu Mujib dan Yance Z. Rumahuru, Paradigma Transformatif Masyarakat Dialog Membangun Fondasi Dialog Agama-Agama Berbasis Teologi Humanis, Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2010.

Kementerian Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia, 2012.

M. Basman, “Pengembangan Pendidikan Multikultual di Pergurun Tinggi” Makalah yang disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan Multikulturalisme di Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Ambon, 11 Maret 2014.

M. Dawam Rahardjo, Merayakan Kemajemukan Kebebasan dan Kebangsaan, Jakarta; Kencana, 2010.

M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an, Jilid XV Jakarta: Lentera Hati, 2002.

M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur'an: Tafsir Maudhui atas Pelbagai Persoalan Umat, Cet. I; Bandung: Mizan, 1996.

Mardan, Wawasan Al-Qur'an tentang Malapetaka, Tangeran; Pustaka Arif, 2009.

Mardan, Wawasan Al-Qur'an tentang Malapetaka, Tangeran; Pustaka Arif, 2009.

Mega Hidayati, Jurang di Antara Kita, Yogyakarta: Kanisius, 2008.

Muhammad Imarah, Islam dan Pluralitas, Jakarta; Gema Insani,1999.

Muhammad Rasyid Ridha, Tafsīr al-Manār, Jilid XII, Beirut; Dār al-Fikr, t.th.

Muhammad Rasyid Ridha, Tafsῐr al-Manār , Jilid IV, Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1426 H/2005 M.

Nasaruddin Umar, Deradikalisasi Pemahaman Al-Qur'an dan Hadis, Jakarta; Alex Media Komputindo, 2014.

Rusli, Multikulturalisme Dalam Wacana Al-Qur'an, http//oaji.net/articles/1163-1409558008, di akses tanggal 13 September 2015.

Sayyid Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizān fī Tafsīr al-Qur’an, Jilid II, Beirut; t.p, 1972.

Suyuti Pulungan, Prinsip-Prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah ditinjau dari Pandangan Al-Qur'an, Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada, 1996.

Tim Penyusun, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta; Pusat Bahasa Pendidikan Nasional, 2008.

Zaitunah Subhan, Tafsῐr Kebencian Studi Bias Gender Dalam Tafsir Qur’an, Cet. I: Yogyakarta, Lkis, 1999.

Zamroni, Pendidikan Demokrasi, Yogyakarta; Ombak, 2013.

Pustaka Online:

http://nurainiajeeng.wordpress.com/2013/01/06/multikulturalisme/ diakses 04 Juli 2015.

http//oaji.net/articles/1163-1409558008, di akses tanggal 13 September 2015.


Article Metrics

Abstract view : 4 times
PDF - 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.