IMPELEMENTASI NILAI SIRI’ NAPACCE DAN AGAMA DI TANAH RANTAU; POTRET SUKU BUGIS-MAKASSAR DI KOTA GORONTALO

Muh. Rusli

Abstract


Existence of Buginese-Makassarnese in Gorontalo has existed since the beginning of empire age until today. Their existence is caused by culture of migration and supported with area proximity. While from generation to generation there, all of Buginese-Makassarnese still keep and implement the values of siri’ na pacce in their daily life. As happened in South Sulawesi, the application of siri’, the wrong objective, does not appear on Buginese-Makassarnese in Gorontalo. They can exist in a variety of professions and has made real contribution in Gorontalo both good progress in the fields of education and religion and development. As the implications of the values of siri’ na pacce which they applied, they were easily accepted everywhere.

Keberadaan orang bugis-makassar di Gorontalo sudah ada sejak awal kerajaan hingga saat ini. Keberadaannya disebabkan oleh budaya migrasi dan didukung dengan kekerabatan. Sedangkan dari generasi ke generasi, orang bugis-makassar masih menyimpan dan melaksanakan nilai-nilai sirina pacce di kehidupan sehari-hari mereka .Seperti yang terjadi di Sulawesi Selatan , penerapan siri‘ juga muncul pada bugis-makassar di Gorontalo. Mereka bisa eksis dalam berbagai profesi dan memberikan kontribusi nyata di Gorontalo baik dalam aspek lingkungan, pendidikan dan agama dan lainnya. Sebagai implikasi dari nilai-nilai siri‘ na pacce yang mereka diterapkan sehingga mudah diterima dimanapun .


Full Text:

PDF

References


Abdullah, Taufik. ed. Agama dan Perubahan Sosial. Jakarta: Rajawali Pers, t.th

Ghazali, Adeng Muchtar. Antropologi Agama – Upaya Memahami Keragaman Kepercayaan, Keyakinan dan Agama. Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2011.

Hamid,Abu. dkk., Siri & Pesse’- Harga Diri Manusia Bugis, Makassar, Mandar, Toraja. Cet. II; Makassar: Pustaka Refleksi, 2005.

Kasidi, Kesenian Lokal Gorontalo dan Harmonisasi Multikultural,“Makalah” Workshop Pengembangan Wawasan Multikultul di Kalangan Majelis Ta’lim, Gorontalo, Desember 2010.

Kau, Sofyan A.P. Wawasan Islam tentang Multikulturalisme – Indahnya Hidup Beragama dalam Keragaman, “Makalah” Workshop Pengembangan Wawasan Multikultul di Kalangan Majelis Ta’lim, Gorontalo, Desember 2010.

Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan, 1999.

Kementrian Agama Kota Gorontalo, Kota Gorontalo dalam Angka 2013

Machmud, A. Hasan. Silasa –Kumpulan Petuah Bugis-Makassar. Jakarta: Bhakti Centra Baru, 1994.

Mulyana, Deddy. & Jalaluddin Rahmat, Komunikasi Antar Budaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung:Remaja Rosdakarya,2000.

Rahim, A. Rahman Nilai-nilai Utama Kebudayan Bugis. Cet. III; Ujung Pandang: Hasanuddin Press, 1992.

Sedyawati, Edi. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007.


Article Metrics

Abstract view : 6 times
PDF - 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.