PERAN DPD DALAM PROSES PEMEKARAN WILAYAH DAN PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH
DOI:
https://doi.org/10.24256/dalrev.v7i2.12854Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam proses pemekaran daerah serta pelaksanaan otonomi daerah, khususnya dalam melihat sejauh mana fungsi representasi daerah yang dimiliki DPD dapat mendukung pembentukan dan pengembangan daerah otonom. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan berupa peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan DPD, pemekaran daerah, dan otonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi DPD dalam proses pemekaran daerah belum berjalan secara maksimal. Kondisi tersebut tidak terlepas dari adanya pembagian peran antara pemerintah daerah dan DPRD dalam proses pengusulan dan pelaksanaan pemekaran, sehingga keberadaan dan peran DPD pada tahapan tersebut belum terlihat secara menonjol. Meskipun demikian, DPD tetap memiliki posisi penting karena dapat dimintai pendapat mengenai rencana pemekaran daerah serta diikutsertakan dalam pembahasan yang berkaitan dengan pembentukan daerah otonom baru. Sementara itu, dalam konteks pembangunan daerah otonom, peran DPD dapat dikatakan telah berjalan cukup optimal melalui fungsi representasi, penyerapan aspirasi, dan pengawasan terhadap kepentingan daerah. Namun, pelaksanaan fungsi tersebut masih menghadapi kendala, terutama dalam hal komunikasi politik antara DPD dan DPRD. Kurangnya komunikasi dan koordinasi tersebut berpengaruh terhadap belum optimalnya pencapaian tujuan otonomi daerah, terutama dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif, pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, serta pembangunan daerah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Referensi
Akbar, P. (2013). Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD NRI Tahun 1945. Sinar Grafika.
Asshiddiqie, J. (2005). Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan Dalam UUD 1945. UII Press.
Athahirah, A. U., & Lambelanova, R. (2019). Kesiapan Pemekaran “Kabupaten Renah Indojati” Di Provinsi Sumatera Barat. Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 21(1), 58–64. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v21i1.14363
Bakar, A. A., Mawar, S., & Syah, N. (2018). Dampak Pemekaran Daerah Pada Pelayanan Publik Ditinjau Menurut Sistem Hukum Indonesia. PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Syariah, 3(2), 145–155. https://doi.org/10.22373/petita.v3i2.50
Gadjong, A. A. (2007). Pemerintahan Daerah (Kajian Politik dan Hukum). Ghalia Indonesia.
Gaffar, J. M. (2012). Demokrasi Konstitusional: Praktek Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan. Konstitusi Press.
Herawati, U. R. (2013). Pemekaran Daerah di Indonesia. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 2(1), 57–65. https://doi.org/10.14710/politika.2.1.2011.57-65
Huda, N. (2007). Lembaga Negara Dalam Masa Transisi Demokrasi. UII Press.
Huda, N. (2009). Hukum Pemerintahan Daerah. Nusa Media.
Huda, N. (2014). Desentralisasi Asimetris Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (Kajian Terhadap Daerah Istimewa, Daerah Khusus dan Otonomi Khusus). Nusa Media.
Husin, H. (2023). Dampak Pemekaran Daerah Dalam Pelayanan Publik Di Kabupaten Banggai Laut. POLITICO: Jurnal Ilmu Politik, 12(1), 44–54. https://doi.org/10.35797/jp.v12i1.46198
Ibrahim, A. H., Suhu, B. La, Tifandy, R., & Wance, M. (2020). Peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Wilayah Provinsi Maluku Utara. NAKHODA : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 19(1), 113–127. https://doi.org/10.35967/jipn.v19i1.7851
Jatmiko, B. D. (2017). Peran DPD dalam Penerapan Asas Desentralisasi pada Sistem Otonomi Daerah. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 24(2), 244–265. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/legality/article/view/4275
Kaloh, J. (2007). Mencari Bentuk Otonomi Daerah. Rineka Cipta.
Kansil, C. S. T., & Kansil, C. S. T. (2002). Pemerintahan Daerah di Indonesia (Hukum Administrasi Daerah 1903-2001). Sinar Grafika.
Marfuah, & Nofrizal. (2025). Regional Expansion in Indonesia Post-Reformation in the Context of Implementing Regional Autonomy. UIR Law Review, 9(2), 52–66. https://doi.org/10.25299/uirlrev.2025.vol9(2).24396
Marta, S. (2018). Formulasi Pembentukan Daerah Otonom Baru Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Hukum DE’JURE: Kajian Ilmiah Hukum, 3(2), 306–335. https://doi.org/10.35706/dejure.v3i2.6332
Muchlis, H. (2008). Naskah Akademik Tentang Pembentukan dan Penghapusan Daerah. BPHN DEPKUMHAM RI.
Muin, F., & PS, A. P. (2021). DPD RI dalam Dimensi Kelembagaan dan Kewenangan. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 1–7. https://doi.org/10.24269/ls.v5i2.3680
Mulyadi, B., Sudirman, I., & Muazansyah, I. (2023). Analisis Pembentukan Daerah Otonom Baru. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 25(3). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3716092
Muqoyyidin, A. W. (2013). Pemekaran Wilayah dan Otonomi Daerah Pasca Reformasi di Indonesia: Konsep, Fakta Empiris dan Rekomendasi ke Depan. Jurnal Konstitusi, 10(2), 287–310. https://doi.org/10.31078/jk1025
Nainggolan, I. L. (2022). Pengawasan Legislasi Daerah Oleh DPD: Tantangan Era Disrupsi Hukum. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 9(1), 201–212. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v9i1.23518
R, A. T. F., & Siregar, A. (2023). Reposisi Kedudukan Dewan Perwakilan Daerah Dalam Fungsi Legislasi Untuk Memperkuat Partisipasi Masyarakat Yang Bermakna (Studi Perbandingan Antara Indonesia Dengan Perancis). Wijaya Putra Law Review, 2(2), 159–184. https://doi.org/10.38156/wplr.v2i2.170
Raharusun, A. (2014). Desentralisasi Asimetrik Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (Studi Terhadap Format Pengaturan Asimetrik di Yogyakarta, Aceh dan Papua Dalam Periode 1950-2012). Genta Publishing.
Salim, S., Alwan, S., & Achsoni, R. (2025). Rekonstruksi Pengaturan Kewenangan Legislasi Dewan Perwakilan Daerah (Studi Pasal 22D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945). Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 11(1), 269–280. https://doi.org/10.35326/pencerah.v11i1.7078
Sesung, R. (2013). Rusdianto Sesung, Hukum Otonomi Daerah (Negara Kesatuan, Daerah Istimewa, dan Daerah Otonomi Khusus). Refika Aditama.
Syafrudin, A. (2006). Kapita Selekta (Hakikat Otonomi & Desentralisasi Dalam Pembangunan Daerah). Citra Media.
Syariffuddin. (2019). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 92/PUU-X/2012 tentang Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah dalam Bidang Legislasi. Jurnal Hukum Das Sollen, 3(1), 1–13. https://ejournal.unisi.ac.id/index.php/das-sollen/article/view/1324
Wasti, R. M. (2025). Peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sebagai Representasi Daerah Di Masa Pandemi. Jurnal Konstitusi Dan Demokrasi, 5(1), 46–65. https://doi.org/10.7454/JKD.v5i1.1504
Yundri. (2024). Analisis Terkait Pelaksanaan Desentralisasi Dalam Otonomi Daerah Kota/Kabupaten. Indragiri Law Review, 2(3), 70–81. https://doi.org/10.32520/ilr.v2i3.33
Zada, K. (2015). Kewenangan Legislasi Dewan Perwakilan Daerah Dalam Reformasi Kelembagaan Perwakilan Pasca Putusan Mahkamah Konstitus. Jurnal Cita Hukum2, 3(1), 25–38. https://doi.org/10.15408/jch.v2i1.1839
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aryo Akbar, Efendi Ibnususilo, Faishal Taufiqurrahman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See the Effect of Open Access)












