PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBULATAN HARGA PADA TRANSAKSI JUAL BELI MENURUT SYARIAT ISLAM DI MINI MARKET INDOMARET KELURAHAN PONTAP KOTA PALOPO

Ilham jamuddin

Abstract


Abstract: The main problems in this research are (1) public perception of price rounding in buying and selling transactions at Indomaret minimarkets; (2) Islam's view about replacing the remaining purchase money with sweets at Indomaret minimarket. In this study the authors used a type of field research, the design used was qualitative research that is research producing data in the form of written or oral words from people who could be observed. This research raises facts. There are two data sources that researchers use, namely primary data sources and secondary data sources. The primary data source is data directly taken from the object of the researcher, namely the Indomaret cashier and the customer. The primary data source is derived from field data obtained from observations and interviews. Secondary data sources are data taken in the form of Indomaret documents. The results of the study showed that most people accepted price rounding on the grounds that they were accustomed but there were still a small number of people who felt dissatisfied and disagreed if the price rounding practice was carried out. If in the fulfillment of the remaining money of this purchase there is a buyer who feels less willing, he can choose to keep abreast of what the seller says or cancel the sale and purchase. The Islamic view of replacing the rest of the money with candy is allowed to see the scarcity of small change so that the manager of Indomaret provides candy instead. This gave rise to the rule of one rule which reads "the existence of difficulties raises the existence of ease". The abilities and potentials of people in carrying the law differ, so that a way to avoid difficulties is needed by avoiding legal exceptions.

Keywords: Community Perception, Price Rounding, Islamic Sharia, Minimarket Indomaret.

 

Abstrak: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah (1) Persepsi masyarakat terhadap pembulatan harga pada transaksi jual beli di minimarket Indomaret; (2) pandangan Islam tentang penggantian uang sisa pembelian dengan permen di minimarket Indomaret. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan, desain yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati. Penelitian ini mengangkat fakta. Sumber data yang peneliti gunakan ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu data yang langsung diambil dari objek peneliti yaitu kasir Indomaret dan pelanggan. Sumber data primer ini berasal dari data lapangan diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Sumber data sekunder yaitu data yang diambil berupa dokumen Indomaret.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menerima adanya pembulatan harga dengan alasan sudah terbiasa tetapi masih ada sebagian kecil masyarakat yang merasa kurang puas dan tidak setuju jika praktek pembulatan harga yang dilakukan. Bila dalam penggenapan uang sisa pembelian ini ada pembeli yang merasa kurang rela, ia dapat memilih untuk tetap mengikuti apa yang dikatakan penjual atau membatalkan jual beli tersebut. Adapun pandangan Islam tentang penggantian uang sisa pengembalian dengan permen yaitu dibolehkan melihat kelangkaan uang receh sehingga membuat pengelola Indomaret menyediakan permen sebagai gantinya. Hal ini memunculkan hukum satu kaidah yang berbunyi “adanya kesulitan memunculkan adanya kemudahan“. Kemampuan dan potensi yang dimiliki manusia dalam memikul hukum itu berbeda-beda, sehingga perlu diadakan jalan untuk menghindarai kesukaran dengan mengadakan pengecualian hukum.

Kata Kunci : Persepsi Masyarakat, Pembulatan Harga, Syari’at Islam, Minimarket Indomaret.


Article Metrics

Abstract view : 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.