Peningkatan Hasil Belajar IPA Terpadu Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Satap Liukang Tupabbiring

Andi Suaib

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA terpadu melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Satap LiukangTupabbiring. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas VII SMPN 5 Satap Liukang Tuppabbiring yang berjumlah 24 orang. Tahapan pelaksanaan penelitian setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Data tentang aktivitas siswa dan guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II demikian pula nilai hasil belajar siswa. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar adalah 79,58 dan masih ada 4 siswa yang mendapat nilai 65 (belum tuntas) sementara pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 90,92 dan semua siswa berada pada kategori tuntas. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Satap Liukang Tupabbiring.

Keywords


Jigsaw; Hasil belajar; IPA terpadu.

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman,M., & Totok, B. 2000. Memahami dan Menangani Siswa dengan Problema Dalam Belajar: Pedoman Guru. Jakarta:Proyek Peningkatan Mutu SLTP, Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetyo. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Bandung. CV. Maulana

Abimanyu. S. dan Samad S. (eds). 2003. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar, FIP UNM.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006.Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas

Boediono dan Yulaelawati. 1999. " Penyusunan Kurikulum Berbasis Kemampuan

Dasar: Dasar Pemikiran. "Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun ke-5, No.019. Jakarta Balitbang Depdikbud.

Djamarah,S.H. 2002. Psykologi Belajar, Jakarta. Rineka Cipta.

Djiwindono. 2002. Model Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta, Remaja Karya.

Ditjen Dikdasmen. 2002. Pedoman Kegiatan Intrakulikuler PIPA TERPADU dan PS SD/MI Berdasarkan Kurikulum 2004. Jakarta: Bagian Proyek IPA TERPADU dan BP Ditjen Dikdasmen Depdiknas.

Jasruddin. Kahar. Bahri, Sidik. Darlan. 2007. Latihan Penelitian Tindakan Kelas. Modul Pendidikan dan Latihan Profesi Guru, Makassar, UNM

Karim A. 2007. Media Pembelajaran, Makassar, UNM.

Masnur Muslich. 2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual.

Jakarta Bumi Aksara

Masnur Muslich. 2007. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dasar

Pemahaman dan Pengembangan. Jakarta PT. Bumi Aksara.

Nurkancana, Wayan. 1986. Evaluasi Pendidikan. Surabaya, Usaha Nasional

Purwanto. M.N. 2007. Psykologi Pendidikan. Bandung, Remaja Rosdakarya.

Sardiman, A.Ma. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo

Persada .

Slameto. 2003. Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta Rineka Cipta.

Sudjana. N. 2002. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung, Sinar Baru, Algensindo.

Sumadi Suryabrata. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada

Sumadi Suryabrata.1983: Psikologi Pendidikan. Jakarta Rajawali.

Syah. M. 2000. Psikologi Pendidikan dengan Model Baru, Bandung Remaja Rosdakarya.

Slavin, E. Robert. 1995. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik, diterjemahkan oleh Nurlita, Bandung. Nusa Media.

Umar. Alimin dan Nurbaya. 2008. Penelitian Tindakan Kelas, Pengantar Kedalam Pemahaman Konsep dan Aplikasi, Makassar, Universitas Negeri Makassar

Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengqfaran (Terjemahan). Jakarta:Gramedia




DOI: https://doi.org/10.24256/jpmipa.v1i2.90

Article Metrics

Abstract view : 99 times
PDF - 66 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats