Mahar Hafalan Al-Qur’an Perspektif Hukum Islam

Ibnu Irawan, Jayusman Jayusman

Abstract


Mahar merupakan pemberian dari mempelai pria kepada wanita yang berupa materi, baik berupa seperangkat alat salat, cincin, uang atau barang berharga lainnya. Belakangan ini hafalan al-Qur’an juga kerap digunakan sebagai mahar pernikahan, dengan berbagai alasan; mahar yang meringankan, mengikuti tren, dan keinginan pribadi. Fenomena ini tidak sama dengan kasus Sahl bin Said al-Sa’idi. Tinjauan hukum Islam, dan teori maqasid al-syariyah sangat tepat digunakan dalam menentukan kepastian hukum dari fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan kajian pustaka (library research) dengan menggunakan metode deskriptif analisis.


Keywords


Hafalan al-Qur’an; Hukum Islam; Mahar.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24256/pal.v4i2.804

Article Metrics

Abstract view : 71 times
PDF - 41 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright CC-BY- SA.

Creative Commons License

Palita: Journal of Social Religion Research, p-ISSN: 2527-3744 and e-ISSN: 2527-3752

View My Stats