The Determination of National Disaster Status under Law Number 24 of 2007 on Disaster Management: An Analysis from the Perspective of Siyasah Dusturiyah

Authors

  • Fidya Rizka Meylanti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Chaerul Shaleh Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Taufiq Alamsyah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/jiis.v5i2.11826

Keywords:

Attributed authority, Legal certainty, National disaster status, Siyasah Dusturiyah

Abstract

This study is motivated by the ambiguity of Article 7 paragraph (2) of Law Number 24 of 2007 on Disaster Management, which stipulates five indicators for determining national disaster status namely the number of casualties, property losses, damage to infrastructure, the extent of affected areas, and socio-economic impacts without providing binding quantitative thresholds. This normative ambiguity grants excessively broad executive discretion and has resulted in inconsistent treatment of major disaster events in Indonesia. The study aims to analyze the application of attributed authority in determining national disaster status, examine the procedures for establishing disaster indicators under Law Number 24 of 2007, and assess the issue from the perspective of Siyasah Dusturiyah. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches with a descriptive-analytical design. Data were analyzed using the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that the President's authority to declare a national disaster derives from constitutionally attributed powers inherent to the office; however, such authority is not supported by an adequate disaster risk governance mechanism. Consequently, the risk assessment process becomes disconnected from the risk evaluation stage due to the absence of binding quantitative parameters. From the perspective of Siyasah Dusturiyah, such attributed authority is justifiable as a mandate to safeguard public welfare (maslahah). Nevertheless, without objective standards, it lies on a delicate boundary between legitimate ijtihad and arbitrary executive discretion. This study concludes that the ambiguity of the indicators set forth in Article 7 paragraph (2) constitutes a systemic deficiency in Indonesia's disaster governance framework. It therefore recommends reformulating the provision by establishing clear, measurable, and accountable quantitative thresholds to strengthen legal certainty, transparency, and accountability in determining national disaster status.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Syakir Media Press.

Abu Zahrah, M. (2014). Ushul al-Fiqh. Dar al-Fikr al-Arabi.

Al-Ghazali, A. H. (2010). Al-Mustashfa min 'Ilm al-Ushul (H. ibn Z. Hafizh, Tahqiq). Al-Jami'ah al-Islamiyyah.

Al-Ghazali, A. H. (2011). Ihya' 'Ulum al-Din (Jilid II). Dar al-Ma'rifah.

Al-Mawardi, A. al-H. (1996). Al-Ahkam al-Sulthaniyyah wa al-Wilayat al-Diniyyah. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Arsil, F., & Ayuni, Q. (2022). Acceleration For Disasters: Evaluation Of The Disaster Management Act in Indonesia. Journal of Environmental Science and Sustainable Development Symposium. https://doi.org/10.1088/1755-1315/716/1/012034

As-Suyuthi, J. (1983). Al-Asybah wa al-Nazhair fi Qawa'id wa Furu' Fiqh al-Syafi'iyyah. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Asian Development Bank. (2005). Indonesia: Preliminary Damage And Loss Assessment: The December 26, 2004 natural disaster. ADB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2005). Buku Panduan Penanganan Bencana Tsunami Aceh. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2010). Peraturan Kepala BNPB Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pedoman Mekanisme Pemberian Bantuan Perbaikan Darurat. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2017). Peraturan BNPB Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2019a). Laporan Final Penanganan Bencana Gempa, Tsunami, Dan Likuefaksi Sulawesi Tengah. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2019b). Peta Wilayah Terdampak Bencana Sulawesi Tengah 2018. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Laporan Penanganan Darurat Banjir Dan Tanah Longsor Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Diakses dari https://bnpb.go.id

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026). Pasca Bencana Di Sumatra: BNPB Percepat Hunian, Infrastruktur Vital, Dan Operasi Modifikasi Cuaca. Diakses dari https://www.bnpb.go.id

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2019). Rencana Induk Pemulihan Dan Pembangunan Kembali Wilayah Pasca Bencana Gempa Bumi, Tsunami, Dan Likuefaksi Di Sulawesi Tengah. Bappenas.

Badan Pusat Statistik. (2021). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2020. BPS.

Badan Pusat Statistik Aceh. (2005). Rekap Data Korban Tsunami Aceh 2004. BPS Provinsi Aceh.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh–Nias. (2005). Laporan Akhir Pelaksanaan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Aceh–Nias. BRR NAD-Nias.

Bank Indonesia. (2021). Laporan Perekonomian Indonesia 2020. Bank Indonesia.

Bimasakti, M. A. (2014). Permasalahan Instrumen Delegasi Kewenangan Menurut Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Prosiding Konferensi Nasional APHTN-HAN, 2(2). https://doi.org/10.55292/6fgdqt22

Dadek, T. A., Husni, H., Syahbandir, M., Kadir, M. Y. A., Rinaldi, Y., & Sulaiman. (2021). Determination Of The Legal Status For Disaster Emergency In Indonesia. IIUM Law Journal, 29, 23–42. https://doi.org/10.31436/iiumlj.v29iS2.678

Djalante, R., Garschagen, M., Thomalla, F., & Shaw, R. (2017). Disaster Risk Reduction In Indonesia: Progress, Challenges, And Issues. Springer International Publishing.

Djazuli, H. A. (2003). Fiqh siyasah: Implementasi Kemaslahatan Umat Dalam Rambu-Rambu Syariah. Kencana.

Fathorrahman. (2018). Peraturan Delegasi Dalam Sistem Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Jurnal Rechtens, 7(2), 193–212.

Gandara, M. (2020). Kewenangan Atribusi, Delegasi Dan Mandat. Khazanah Hukum, 2(3), 92–99.

Hadjon, P. M., dkk. (2011). Hukum Administrasi Dan Tindak Pidana Korupsi. Gadjah Mada University Press.

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. (2023). Disaster Risk Governance Guidelines: Strengthening Laws, Policies And Plans For Comprehensive Disaster Risk Management. IFRC.

Humaira, S. (2021). Penetapan Status Darurat Bencana Dalam Penanggulangan Dampak Pandemi COVID-19 Ditinjau Dari Perspektif Hukum Tata Negara Darurat (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.

International Risk Governance Council. (2017). An Introduction To The IRGC Risk Governance Framework (Revised ed.). IRGC.

Klinke, A., & Renn, O. (2012). Adaptive And Integrative Governance On Risk And Uncertainty. Journal Of Risk Research, 15(3), 273–292.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025). Korban Banjir Sumatra Ikut Jadi Pemohon Uji Ketentuan Penetapan Status Dan Tingkat Bencana Nasional (Perkara No. 261/PUU-XXIII/2025). Diakses dari https://www.mkri.id

Muis, Harsya, R. M. K., Lestyowati, Isvany, A. L., & Nazriah, A. (2025). The Pros And Cons Of Determining National Disaster Status For The Sumatra Floods: Legal And Social Perspectives. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 4(3), 2266–2270. https://doi.org/10.55826/jtmit.v5i1.1638

Muksalmina, Thani, S., Yustisi, N., & Tasyukur. (2025). Reformasi Hukum Administrasi Negara Dalam Mewujudkan Good Governance Dan Kepastian Hukum Di Indonesia. Locus: Journal Konsep Ilmu Hukum, 5.

Nurrahman, A., & Nurnawati, E. (2025). Analisis Tren Penelitian Pengurangan Risiko Bencana Di Indonesia. Jurnal Konstituen, 7, 23–43.

Parikh, M., & Hota, D. R. (2023). Comparative Analysis Of Legal Framework For Disaster Management In Pakistan, India, And Bangladesh. In A. Singh (Ed.), International Handbook Of Disaster Research. Springer.

Rahmawan, A. B., Eliana, G., Habibi, L. A., & Nariswari, A. A. (2024). A Comparative Study Of Earthquake Disaster Management Laws Between USA And Indonesia. Jàmbá: Journal Of Disaster Risk Studies, 16(1), a1582. https://doi.org/10.4102/jamba.v16i1.1582

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2020). Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran COVID-19 sebagai Bencana Nasional. Sekretariat Kabinet.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Sekretariat Negara.

Ridwan HR. (2016). Hukum Administrasi Negara. RajaGrafindo Persada.

Rinaldi, R., Haryono, D., & Rauf, M. A. (2025). Analisis Yuridis Pembentukan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Sebagai Bencana Nasional. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(1.D), 215–225.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2021). Peta Sebaran COVID-19 Di Indonesia. Diakses dari https://satgas-covid19.go.id

Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2022). Data Kasus COVID-19 Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Setyorini, F. A. (2023). Menakar Paradigma Penanggulangan Bencana Melalui Analisis Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Journal of Social Politics and Governance, 5(2), 97–113. https://doi.org/10.24076/jspg.v5i2.1376

Susanto, S. N. H. (2020). Metode Perolehan Dan Batas-Batas Wewenang Pemerintahan. Administrative Law & Governance Journal, 3(3), 430–441.

UNDRR. (2015). Sendai Framework For Disaster Risk Reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.

United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs. (2005). Indian Ocean Earthquake-Tsunami Flash Appeal: Indonesia. OCHA.

Widiarty, W. S. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian. Publika Global Media.

Widjaja, G. (2023). Wewenang, Pelimpahan Wewenang Dan Akibat Hukumnya Dalam Konsepsi Hukum Perdata. Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 9(2), 310–319. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v9i2.1653

World Meteorological Organization. (2024). State Of The Global Climate 2023 (WMO Report No. 1347). Geneva: WMO.

Yacob, C. Y. (2022). Problematika Penerapan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jurnal Hukum Legalita, 6(2).

Zulaeha, M., Ariany, L., Dwifama, A. H., Falmelia, R. A., & Ridhani, M. S. (2022). Mitigasi Bencana Perspektif Kebijakan Publik Dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 7(3), 150–159.

Downloads

Published

2026-05-03

How to Cite

Meylanti, F. R., Shaleh , C., & Alamsyah, T. (2026). The Determination of National Disaster Status under Law Number 24 of 2007 on Disaster Management: An Analysis from the Perspective of Siyasah Dusturiyah. Journal of Indonesian Islamic Studies, 5(2), 795–814. https://doi.org/10.24256/jiis.v5i2.11826

Citation Check