ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL BERBASIS TEORI KATZ DAN FODOR TERHADAP MAKNA SURAH AL-INSYIRAH

Authors

  • Karina Dwi Nabila Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Agustiar Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.24256/jale.v9i1.10929

Keywords:

Katz dan Fodor, Semantik Leksikal, Surah Al-Insyirah

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna semantik leksikal dalam Surah Al-Insyirah menggunakan teori semantik Katz dan Fodor. Kajian terhadap bahasa Al-Qur’an semakin penting karena teks Qur’ani tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memuat dimensi spiritual, psikologis, dan emosional yang dibangun melalui struktur makna yang kompleks. Berbagai penelitian terdahulu telah membahas Surah Al-Insyirah dari perspektif tafsir, psikologi Islam, dan stilistika bahasa, namun kajian yang secara khusus mengungkap struktur makna leksikal surah ini melalui pendekatan semantik struktural Katz dan Fodor masih terbatas. Celah penelitian tersebut menjadi dasar kebaruan penelitian ini, yakni penerapan konsep semantic markers dan distinguishers dalam mengkaji kosakata utama Surah Al-Insyirah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka library research. Data primer berupa ayat-ayat Surah Al-Insyirah, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku linguistik, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata utama dalam Surah Al-Insyirah, seperti nasyraḥ, wizr, ‘usr, yusr, fanṣab, dan farghab, mengandung semantic markers dan distinguishers yang membentuk struktur makna ketenangan, kelapangan, optimisme, dan penguatan spiritual. Relasi oposisi antara al-‘usr dan yusr menghasilkan konstruksi makna bahwa kesulitan hidup tidak bersifat permanen karena selalu disertai kemudahan dan pertolongan Allah, sementara pengulangan ungkapan “inna ma‘a al-‘usri yusrā” berfungsi sebagai penegasan psikologis dan penguatan emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam Surah Al-Insyirah tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memiliki dimensi terapeutik yang dibangun melalui struktur semantik yang sistematis serta memperluas penerapan teori Katz dan Fodor dalam kajian linguistik Al-Qur’an.

References

Ahmed, M. (2023). The glorious Qur’an: A book for human guidance. FriesenPress. https://doi.org/https://books.google.co.id/books?id=aqrjEAAAQBAJ&sitesec=buy&hl=id&source=gbs_vpt_read

Alfaozi, M. (2025). (Kajian Tafsir Surat Ad Dhuha Ayat 1-11 Tafsir Ibnu Katsir). 3(1).

Az Zahra, A., & Saidiyah, S. (2013). EFEKTIVITAS PELATIHAN PEMAKNAAN SURAT AL-INSYIRAH UNTUK MENGURANGI STRES MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 5(1), 24–42. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss1.art2

Aziz, A. A., Mamat, M. N., Salleh, D. M., & Syed, S. F. (2021). Analysis Of Literature Review On Spiritual Concepts According To The Perspectives Of The Al-Quran, Hadith And Islamic Scholars.

Basid, A., & Ghani, A. (2023). Konsep Ketentraman Hidup Perspektif Quraish Shihab (Studi Surah Al-Insyirah dalam Tafsir Al-Misbah). Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum, 9(1), 13–22. https://doi.org/10.32699/syariati.v9i1.4561

Bauer, K. (2020). Emotion in the Qur’an: An overview. Journal of Qur’anic Studies. https://doi.org/https://doi.org/10.3366/jqs.2020.0416

Creswell, J. W., Bez, J. C., & Báez, J. C. (2021). 30 Essential Skills for the Qualitative Researcher.

Defri, P., & Zaini, H. (2025). PENDEKATAN KONSELING ISLAMI BERBASIS QS. AL-INSYIRAH DALAM MEREDUKSI STRES AKADEMIK: SEBUAH KAJIAN LITERATUR.

Faizi, N., Hadi, S., & Thoyyib, T. (2014). BENTUK REPETISI LINGUISTIK DALAM AL-QURAN. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 9(1). https://doi.org/10.18860/ling.v9i1.2555

Hermanto, E., Putri Dewi Sholihah, Mansuri Hasyim, Putri Afrilla Rafina, & Mhd. Febrianda. (2024). Konsep Self-Healing dalam QS. al-Insyirah: Analisis Penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir, 4(2), 809–827. https://doi.org/10.19109/jsq.v4i2.25018

Hrp, N. A., & Putri, A. (2025). Perkembangan dan Landasan Teori Ilmu Balaghah dalam Keindahan Kebahasaan Al-Qur’an.

Katz, Jerrold. J., & Fodor, J. A. (2026). The structure of a semantic theory. Language (2 ed., Vol. 39). he structure of a semantic theory. Language. https://doi.org/DOI:%20https://doi.org/10.2307/411200

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Edition 3). Sage.

Rahmah, S., Untari, G. D., Putri, C. A., & Sa’diah, H. (2025). HUBUNGAN BAHASA DAN MAKNA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT BAHASA MODERN. 4.

Rifaannudin, M., Aziz, A., & Habibullah, I. (2023). POSITIVEMINDDAN EFIKASI DIRI PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI TAFSIR MUNASABAH SURAT AL-INSYIRAH). 12.

Saeed, J. (2015). Semantics (4, berilustrasi, cetak ulang ed.). John Wiley & Sons, 2015.

Setiawati, L. A. (2025). OPTIMISME DALAM AL-QUR’AN TINJAUAN PSIKOLOGIS TERHADAP SURAT AL-INSYIRAH AYAT 5–6. 1(2).

Syahri, H., & Siregar, H. H. (2025). ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL BERBASIS TEORI KATZ DAN FODOR TERHADAP MAKNA SURAH ADH-DHUHA.

Syaripudin, A. (2016). Al-Quran sebagai Sumber Agama Islam. Nukhbatul ’Ulum, 2(1), 132–139. https://doi.org/10.36701/nukhbah.v2i1.9

Widodo, A. (2026). Bahasa Arab Al-Qur’an: Kajian Linguistik, Keistimewaan Bahasa, dan Implikasinya dalam Kajian Tafsir Al-Qur’an.

Zein, A., Saputra, E., & Feriawan, F. U. (2021). THE VALUE OF INDEPENDENT CHARACTER EDUCATION IN SURAH AL-INSYIRAH. Jurnal Pendidikan Islam.

Downloads

Published

2026-06-10

How to Cite

Karina Dwi Nabila, & Agustiar. (2026). ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL BERBASIS TEORI KATZ DAN FODOR TERHADAP MAKNA SURAH AL-INSYIRAH. Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education, 9(1), 328–339. https://doi.org/10.24256/jale.v9i1.10929