IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR QAWAID BAHASA ARAB: PERBANDINGAN ALUMNI PESANTREN DAN SMP/MTs DI MAN 1 MANDAILING NATAL

Authors

DOI:

https://doi.org/10.24256/jale.v9i1.10967

Keywords:

Gaya belajar, Qawaid bahasa Arab, Pondok Pesantren, SMP/MTs, pembelajaran multimodal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan gaya belajar siswa dalam pembelajaran qawaid bahasa Arab antara alumni pondok pesantren dan alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) di MAN 1 Mandailing Natal. Penelitian dilatarbelakangi oleh heterogenitas latar belakang pendidikan siswa yang diduga memengaruhi preferensi belajar, motivasi, serta capaian pembelajaran qawaid. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan memadukan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang mengukur dimensi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Responden penelitian berjumlah 120 siswa yang terdiri atas 48 alumni pondok pesantren dan 72 alumni SMP/MTs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok sama-sama didominasi oleh gaya belajar visual, yaitu 68,8% pada alumni pesantren dan 70,8% pada alumni SMP/MTs. Alumni pesantren memiliki skor rata-rata lebih tinggi pada dimensi visual (4,07), auditori (3,94), dan kinestetik (3,46) dibandingkan alumni SMP/MTs. Meskipun demikian, perbedaan gaya belajar tidak berkorelasi secara langsung dengan prestasi akademik. Data prestasi kompetisi bahasa Arab tahun 2024-2025 menunjukkan bahwa seluruh peraih prestasi berasal dari kelompok alumni SMP/MTs. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar, fleksibilitas adaptasi, dan strategi belajar yang tepat memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan latar belakang pendidikan awal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan asesmen diagnostik gaya belajar serta pengembangan strategi pembelajaran multimodal yang mengintegrasikan pendekatan visual, auditori, dan kinestetik guna meningkatkan efektivitas pembelajaran qawaid bahasa Arab di madrasah.

References

Aliyah, A. (2018). Penerapan Metakognetif Sebagai Strategi Pembelajaran Mandiri Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Alfazuna: Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 2(2), 176–191. https://doi.org/10.15642/alfazuna.v2i2.254

Asiyai, R. (2014). Students’ Perception of the Condition of Their Classroom Physical Learning Environment and Its Impact on Their Learning and Motivation. College Student Journal, 48(4), 716–726. https://eric.ed.gov/?id=EJ1095439

Azizah, N. A., & Widyartono, D. (2024). Gaya Belajar Visual, Auditorial, dan Kinestetik: Temuan dari Siswa Kelas VII. Journal of Language Literature and Arts, 4(11), 1117–1123. https://doi.org/10.17977/um064v4i112024p1117-1123

Cooper, B., & Glaesser, J. (2017). Beyond mixed methods. In Research Methods in Education (pp. 847–854). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315456539-45

DePorter, B., Reardon, M., Nourie, S. S., & Nilandari, A. (2010). Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas (M. Hernacki (ed.)). Kaifa. https://www.google.co.id/books/edition/Quantum_Teaching/ZVPZfWWGin4C?hl=id&gbpv=0

Fox, R., Corretjer, O., & Webb, K. (2019). Benefits of foreign language learning and bilingualism: An analysis of published empirical research 2012–2019. Foreign Language Annals, 52(4), 699–726. https://doi.org/10.1111/flan.12424

Glatthorn, A. A. (1994). Constructivism: Implications for Curriculum. International Journal of Educational Reform, 3(4), 449–455. https://doi.org/10.1177/105678799400300407

Kołodziej, S. (2010). The role of achievement motivation in educational aspirations and performance. General and Professional Education, 1. http://genproedu.com/paper/2010-01/full_042-048.pdf

Kuraedah, S. (2022). Gaya dan Strategi Belajar Bahasa Arab Mahasiswa Alumni Madrasah dan Non Madrasah. Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 15(1), 36. https://doi.org/10.31332/atdbwv15i1.3499

Mohd Taib, J., Mohamad Yusof, N., Jamil, H. M. T., Aris, H. R., & Satari, H. (2016). An Interactive Approach of an E-TajweedYaasin System. In Envisioning the Future of Online Learning (pp. 115–123). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-10-0954-9_10

Mustofa, S. (2020). Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif (3rd ed.). UIN Maliki Press.

Nasution, S. (2000). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. PT. Bina Aksara.

O’Keefe, P. A. (2013). Mindsets and Self-Evaluation: How beliefs about Intelligence can create a Preference for Growth over Defensiveness. In The Complexity of Greatness (pp. 119–134). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199794003.003.0008

Rizal, E., Yusra, O., Wahyuni, Z., & Sa’adiyah, H. (2019). Tamyiz; a Quantum Learning Method for Qawaid Instruction. Proceedings of the Proceedings of The 1st EAI Bukittinggi International Conference on Education, BICED 2019, 17-18 October, 2019, Bukititinggi, West Sumatera, Indonesia. https://doi.org/10.4108/eai.17-10-2019.2289737

Rohman, A., Maksum, A., & Wargadinata, W. (2025). The Spiritualization of Arabic Grammar: Theological Meaning-Making of Nahwu in a Salaf Pesantren in Indonesia. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 15(2), 483–507. https://doi.org/10.15642/teosofi.2025.15.2.483-507

Simons, D. J. (2013). Unskilled and optimistic: Overconfident predictions despite calibrated knowledge of relative skill. Psychonomic Bulletin & Review, 20(3), 601–607. https://doi.org/10.3758/s13423-013-0379-2

Vella, J. (2002). Quantum Learning: Teaching as Dialogue. New Directions for Adult and Continuing Education, 2002(93), 73–84. https://doi.org/10.1002/ace.51

Downloads

Published

2026-06-10

How to Cite

Aminah, S., & Andrian, R. (2026). IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR QAWAID BAHASA ARAB: PERBANDINGAN ALUMNI PESANTREN DAN SMP/MTs DI MAN 1 MANDAILING NATAL. Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education, 9(1), 197–211. https://doi.org/10.24256/jale.v9i1.10967