Pesantren dan Peaceful Education: Analisis Konseptual Pendidikan Islam berbasis Perdamaian

Authors

  • Saddam Husain STAIN Majene, Indonesia
  • Andi Eki Dwi Wahyuni STAIN Majene, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/iqro.v8i3.9482

Keywords:

Pendidikan, Pesantren, Peaceful Education, islam

Abstract

Maraknya kekerasan dan radikalisme berbasis agama telah menimbulkan stigma negatif terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Padahal, secara historis dan normatif, pesantren justru memiliki tradisi kuat dalam menanamkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implikasi peaceful education dalam sistem pendidikan pesantren sebagai upaya membangun pendidikan Islam berbasis perdamaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui penelaahan literatur berupa buku, artikel jurnal, dokumen kebijakan, serta sumber-sumber relevan yang membahas pesantren, pendidikan perdamaian, dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa peaceful education di pesantren terinternalisasi melalui beberapa konsep utama, yaitu pesantren sebagai fondasi pendidikan perdamaian, kurikulum pesantren sebagai hidden curriculum perdamaian, relasi kiai dan santri sebagai model pendidikan berbasis keteladanan, serta pesantren sebagai agen resolusi konflik sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai model pendidikan Islam yang menanamkan nilai-nilai perdamaian secara integral dan kontekstual dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji implementasi peaceful education di pesantren secara empiris melalui studi lapangan guna memperkuat temuan konseptual yang telah dihasilkan.

References

Ahmad, A. (2021). Peran Kepemimpinan Kiai: Karakter Kiai dan Pola Pembentukan Karakter Santri. E-Journal Studia Manajemen, 10(1). https://ejurnal.latansamashiro.ac.id/index.php/EJSM/article/view/701

AL ZARNUJI, M. I. (n.d.). BAB III PENDIDIKAN AKHLAK. Berbagai Perspektif, 61.

Alifah, H. Z. (2025). Makna Dan Konsep Islam Rahmatan Lil’alamin. At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam Dan Humaniora, 9(1), 14–26. http://dx.doi.org/10.47006/attazakki.v9i1.23974

Almusthafa, M. F., Arrohim, M. W., & Hidayat, A. N. (2025). Upaya Musyrif Halaqoh Dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an di PPIQ-368. IQRO: Journal of Islamic Education, 8(2), 744–761. https://doi.org/10.24256/iqro.v8i2.7651

Alsubaie, M. A. (2015). Hidden curriculum as one of current issue of curriculum. Journal of Education and Practice, 6(33), 125–128. https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1083566.pdf

Aly, A. (2011). Pendidikan Islam Multikultural Pesantren: Telaah terhadap Kurikulum Pondok Pesantren Islam Modern Assalam Surakarta. Pustaka Pelajar.

Anjaswara, B., & Sauri, S. (n.d.). PENERAPAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN DALAM TRIPUSAT PENDIDIKAN PERSPEKTIF HADIS NABI.

Arifin, Z. (2012). Pengembangan manajemen mutu kurikulum pendidikan islam. Diva Press.

Asdlori, A. (2023). Pendidikan islam sebagai pilar pembangunan berkelanjutan: peran sistem pendidikan pesantren dalam implementasi SDGs. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 6(1), 124–130. https://doi.org/10.32529/alilmi.v6i1.2153

Asma, S. (2009). Damai Itu Apa (Sekilas Mengajarkan Perdamaian). http://umum.kompasiana.com/2009/06/17/damai-itu-apa-sekilas-pendidikan-perdamaian-7205.html

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (2010). Persepsi Siswa dan Sikap Siswa terhadap Tindakan Kekerasan atas Nama Agama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Cornbleth, C. (1984). Beyond hidden curriculum? J. Curriculum Studies, 16(1), 29–36. https://doi.org/10.1080/0022027840160103

Danesh, H. B. (2006). Towards an Integrative Theory of Peace Education. Journal of Peace Education, 3(1), 55–78. https://doi.org/10.1080/17400200500532151

Densus 88 tangkap seorang terduga teroris di Purbalingga - ANTARA News. (n.d.). Retrieved January 27, 2026, from https://www.antaranews.com/berita/348829/densus-88-tangkap-seorang-terduga-teroris-di-purbalingga

Faridah, A. (2015). Membangun karakter melalui the hidden curriculum. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 9(2), 107–115. https://doi.org/10.56997/almabsut.v9i2.75

Glatthorn, A. A. (1987). Curriculum leadership. ERIC.

Harris, I. (2002). Conceptual Underpinnings of Peace Education. In G. Salomon & B. Nevo (Eds.), Peace Education: The Concept, Principles, and Practices around the World (pp. 15–26). Lawrence Erlbaum. https://doi.org/10.4324/9780203954885

Ichsan, A. S. (2019). Konstruksi Pendidikan Relasi Kiai Dan Santri Di Pondok Pesantren Lintang Songo Piyungan Yogyakarta:(Sebuah Pendekatan Multidisipliner). Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 11(1), 199–221. https://doi.org/10.30739/darussalam.v11i1.458

Islam, M. H. (2021). Hidden Curriculum Sekolah dalam Menangkal Rasisme Keberagamaan. Journal Multicultural of Islamic Education, 5(1), 87–99. https://doi.org/10.35891/jmie.v5i1.2504

Junaidi, K. (2017). Sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia (suatu kajian sistem kurikulum di Pondok Pesantren Lirboyo). Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 95–100. https://doi.org/10.24269/ijpi.v2i1.364

Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. (2009). TOR Seminar: Gerakan Islam Radikal dan Dampaknya terhadap Kerukunan Umat Beragama.

Majid, N. (1997). Usaha Menegakkan Hak Asasi Manusia dalam Wacana Budaya dan Agama. Komnas HAM, Gramedia.

Masamah, U. (2013). Pesantren dan pendidikan perdamaian. Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 21–39.

Mastuhu. (1985). Dinamika Pondok Pesantren. Inis. https://doi.org/10.14421/jpi.2013.21.21-39

Maulida’Alawiyyah, I., & Miftah, M. (2025). Kurikulum Pesantren dan Kesetaraan Pendidikan Agama Islam: Potret Dinamika Ma’had SMP Tasywiqith Tholibat Kudus. IQRO: Journal of Islamic Education, 8(1), 426–443. https://doi.org/10.24256/iqro.v8i1.6786

Maunah, B. (2009). Tradisi Intelektual Santri. Teras.

Misbah, M. (2019). Relasi patronase kiai-santri dalam pendidikan karakter di pondok pesantren ma’hadutholabah babakan tegal. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 5(2), 213–227. https://doi.org/10.18784/smart.v5i2.817

Muhaemin, M., & Yunus, Y. (2023). Pengamalan Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Lingkungan Pesantren. Jurnal Konsepsi, 12(2), 13–27. https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/274

Mulyadi, M., Inayati, M., & Maimun, M. (2024). Jenis-Jenis Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Telaah Tentang Written Curriculum And Hidden Curriculum). JURNAL LENTERA: Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi, 23(1), 98–112. https://www.ejournal.staimnglawak.ac.id/index.php/lentera/article/view/1416

Nasution, S. (2006). Kurikulum dan pengajaran.

Nata, A. (1997). Filsafat Pendidikan Islam I (Jakarta; Logos Wacana Ilmu, 1997). Paradigma Pendidikan Islam, Kapita Selekta Pendidikan Islam.

Susila, W. M. (2024). Studi analisis pemahaman hadis toleransi beragama. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 1689–1694. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1241

Sustikarini, A. (2013). Urgensi Pendidikan Perdamaian. http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/129186

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme, tantangan global masa depan. Jakarta: Grasindo.

Wafa, A., Madani, M. T., & Subairi, S. (2024). Pendidikan Islam Berwawasan Nilai-nilai Toleransi di Pesantren Nazhatut Thullab. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 3(1), 8–18. https://doi.org/10.57251/academicus.v3i1.319

Yulita, R. (2023). Peace Education dalam Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(2), 101–105. https://doi.org/10.55784/jpip.v2i2.603

Yunus, M. (1979). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia.

Downloads

Published

2025-12-30

Citation Check