The Effectiveness of Gender Based Class Segregation in Preventing Dating Behavior in Junior High Schools

Authors

  • Salsabila Tajrin universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
  • Budi Haryanto Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/iqro.v9i1.9696

Keywords:

class segregation, dating behavior, junior high school students, effectiveness

Abstract

Dating behavior among junior high school students has the potential to impact student focus and character development. As a preventative measure, Islamic educational institutions implement a gender segregation policy by separating classes between boys and girls. This study aims to describe student dating behavior and explore the effectiveness of gender segregation in preventing such behavior at "Semut Hitam" Junior High School. This study used a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. Informants were selected purposively, including guidance and counseling teachers, student affairs officials, and the school environment. Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldana model. The results indicate that the student segregation policy successfully reduced the frequency of dating behavior. Class separation proved quite effective in limiting direct cross-gender interaction during learning and school activities, supported by teacher supervision, discipline, and the instillation of Islamic values. The effectiveness of this policy is also reflected in some alumni who continue to maintain boundaries with the opposite sex after graduation. Furthermore, peer solidarity was found, with students tending not to disclose hidden dating behavior and leaving the monitoring process to the school's mechanisms.

References

Abidin, Z., & Rahmatullah, A. (2023). Manajemen kelas berbasis pemisahan gender dan relasinya dengan prestasi siswa. Al-Idaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 234–252. https://doi.org/10.54437/alidaroh.v7i2.886

Alfikri, F., Khodijah, N., & Suryana, E. (2022). Analisis kebijakan pendidikan inklusi. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(6), 356–363.

Aqilla, K., & Kamil, P. (2022). Dampak pemisahan kelas berbasis gender terhadap komunikasi antarpribadi dengan lawan jenis. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 2(2), 99–104. https://doi.org/10.29313/jrkpi.vi.1431

Ardiansyah, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57

Bobyanti, F. (2023). Kenakalan remaja. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidisciplinary, 1(2), 476–481. https://doi.org/10.57235/jerumi.v1i2.1402

Damanik, F. H. S. (2024). Kajian sosiologi dan antropologi tentang perilaku berpacaran remaja. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 7(2), 1–7. https://doi.org/10.20961/shes.v7i2.83346

Dhanil, A. A., & Irawan, D. (2024). Pemikiran Al-Qabisi sebagai pokok dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Indonesia, 1(1), 35–46.

Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, J., Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Nuryami, N., & Waris, L. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.

Hamro, W., & Halimah, S. (2024). Pengaruh pemisahan kelas laki-laki perempuan dan minat belajar terhadap prestasi belajar PAI pada siswa di SMP Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan. Jurnal Al-Makrifat, 9(2), 50–59.

Haryati, E. F. (2020). Guru bimbingan dan konseling dalam mencegah perilaku berpacaran remaja SMP. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 4(3), 93–106. https://doi.org/10.22460/q.v4i3p93-106.1981

Hayatina, M. (2023). Konsep pendidikan Islam menurut pemikiran Al-Qabisi. Jurnal Darussalam: Jurnal Ilmiah dan Sosial, 24(2), 1–13. https://doi.org/10.58791/drs.v24i02.115

Hufron, A. (2021). Konsep pendidikan Islam dalam kajian tokoh (studi pemikiran Al-Qabisi). La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 54–82. https://doi.org/10.62490/latahzan.v13i1.126

Jayanti, T. N., Rustikayanti, R. N., Sarinengsih, Y., & Dirgahayu, I. (2024). Analisis faktor perilaku pacaran pada remaja. Jurnal Keperawatan ‘Aisyiyah, 11(1), 51–60. https://doi.org/10.33867/ed7mgh58

Layyinawati, R. R., Haryanto, B., & Pujiastutik, A. (2024). Peran guru PAI dalam mengatasi kenakalan siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(1), 437. https://doi.org/10.33087/jiubj.v24i1.4479

Nisak, K., Bakar, A., & Bustaman, N. (2020). Upaya konselor sekolah dalam mencegah dan mengatasi penyimpangan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 5(1), 32–38.

Oktari, R., Wardono, B. H., Sari, D. R., & Pinoci, F. (2023). Persepsi orang tua terhadap perilaku pacaran remaja. Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan, 4(1), 18–26. https://doi.org/10.69775/jpia.v4i1.165

Rahma, F. N., Supraha, W., Hidayat, T., & Kusumah, M. W. (2025). Strategi penerapan konsep pemisahan berbasis seks menurut Ibnu Sahnun pada pendidikan tingkat menengah dalam membentuk karakter. Mustaneer: Journal of Islamic Thought & Civilization, 1(1), 1–25. https://doi.org/10.61630/mjitc.v1i1.4

Rahmadani, S., & Inayati, N. L. (2023). Penerapan pemisahan kelas antara siswa putra dan siswa putri dalam upaya pembinaan akhlak di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 1938–1945. https://doi.org/10.24815/jimps.v8i3.25186

Rugayah, R., Gutji, N., & Wahyuni, H. (2023). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial pada masa remaja di SMP Negeri 17 Kota Jambi. Journal on Education, 5(2), 2914–2922. https://doi.org/10.31004/joe.v5i2.941

Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Journal of Social Science Research, 3(2), 1–15.

Salamullah, F. M., Prayogi, A., Nasrullah, R., & Rohman, T. (2025). Implementasi pendidikan Islam berbasis segregasi gender di MAS Simbang Kulon Pekalongan. Noura: Jurnal Kajian Gender dan Anak, 9(2), 40–51.

Sipahutar, A. J., & Pulungan, E. N. (2023). Peran guru PAI dalam pencegahan pergaulan bebas di SMPN 1 Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(1), 1120–1133. https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i1.5130

Surya, A., Ali, E. Y., & Karlina, D. A. (2025). Early dating in digital native era: Dampak konten digital terhadap fenomena tren pacaran dini gen alpha di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 713–727. https://doi.org/10.23969/jp.v10i01.22032

Umam, N. (2021). Konformitas teman sebaya dan perilaku kenakalan remaja di sekolah. Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (JASIKA), 1(2), 144–150. https://doi.org/10.18196/jasika.v1i2.15

Winarti, Y., & Alamsyah, W. A. B. (2020). Hubungan peran orang tua dengan inisiasi seks pranikah pada remaja di Prodi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Jurnal Dunia Kesmas, 9(3), 355–364. https://doi.org/10.33024/jdk.v9i3.3045

Downloads

Published

2026-04-03

Issue

Section

Articles

Citation Check