Efektivitas Pendekatan Multisensori dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar yang Mengalami Kesulitan Membaca

Authors

  • Maria Itidieni Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Pujaningsih Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12153

Keywords:

pendekatan multisensori, membaca permulaan, membaca kata berpola KV-KV, kesulitan membaca

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca kata berpola KV-KV pada siswa kelas II dengan kesulitan membaca di SD Negeri Sei Telang. Siswa mengalami kesulitan mengenali huruf, membedakan huruf b dan d, menggabungkan suku kata menjadi kata, serta membaca kata secara tepat dan lancar. Kesulitan tersebut menunjukkan adanya hambatan pada proses decoding, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan stimulasi visual, auditori, kinestetik, dan taktil untuk memperkuat hubungan grafem-fonem. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan multisensori dalam pembelajaran membaca permulaan serta menganalisis peningkatan kemampuan decoding kata berpola KV-KV pada siswa yang mengalami kesulitan membaca. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas II yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan membaca kata berpola KV-KV, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tindakan dilakukan melalui aktivitas visual, auditori, kinestetik, dan taktil untuk memperkuat pengenalan huruf, penggabungan suku kata, dan pembacaan kata berpola KV-KV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca meningkat dari 53,33% pada tahap pra tindakan menjadi 67,92% pada Siklus I dan 74,58% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada kemampuan mengenali huruf, membedakan huruf b dan d, menggabungkan suku kata, serta membaca kata dengan lebih tepat dan lancar. Analisis berdasarkan level instrumen menunjukkan bahwa siswa lebih mudah membaca kata repetisi dibandingkan kata transfer, yang mengindikasikan bahwa kemampuan generalisasi terhadap kata baru masih berkembang. Meskipun ketuntasan klasikal belum sepenuhnya mencapai indikator keberhasilan, seluruh subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca. Dengan demikian, pendekatan multisensori mampu memperkuat proses decoding melalui integrasi stimulasi visual, auditori, kinestetik, dan taktil sehingga meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KV pada siswa dengan kesulitan membaca.

References

Aisyah, N. (2022). Pengaruh kesadaran fonologis terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar [Skripsi, Universitas Negeri Surabaya].

Bøg, M., Dietrichson, J., & Isaksson, A. (2021). A multi-sensory tutoring program for students at risk of reading difficulties, evidence from a randomized field experiment. The Journal of Educational Research, 114, 233–251. https://doi.org/10.1080/00220671.2021.1902254

Carroll, J. M., & Snowling, M. J. (2025). Toward a consensus on dyslexia, a Delphi study. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 66(2), 162–173. https://doi.org/10.1111/jcpp.14123

De Montfort Supple, M. (1989). Phonological disability and reading, what is the link? The Irish Journal of Psychology, 10(4), 568–578. https://doi.org/10.1080/03033910.1989.10557771

Dewi, Y. T., Ardyaputri, S. R., Suyono, S., & Anggraini, A. E. (2022). Penerapan metode suku kata dalam pembelajaran membaca permulaan pada siswa SD Sunan Giri Ngebruk. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8(3), 780–785. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i3.2428

Ehri, L. (2020). The science of learning to read words, a case for systematic phonics instruction. Reading Research Quarterly, 55(S1). https://doi.org/10.1002/rrq.334

Ehri, L. C. (2014). Orthographic mapping in the acquisition of sight word reading, spelling memory, and vocabulary learning. Scientific Studies of Reading, 18(1), 5–21. https://doi.org/10.1080/10888438.2013.819356

Ehri, L. C. (2022). What teachers need to know and do to teach letter sounds, phonemic awareness, word reading, and phonics. The Reading Teacher, 76(1), 53–61. https://doi.org/10.1002/trtr.2095

Fajriani, F., & Yulizar, Y. (2020). Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) untuk meningkatkan motivasi membaca murid disleksia. Counsellia, Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(1), 28–40. https://doi.org/10.25273/counsellia.v10i1.5213

Febi, C., Tanjung, P., & Anas, N. (2023). Pengaruh pemberian media kartu suku kata terhadap kemampuan kualitas membaca pada siswa. Edukasia, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 1513–1522. https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i2.476

Florencia, D. E., & Paramita, P. P. (2025). Penerapan metode Orton-Gillingham untuk mengatasi permasalahan membaca permulaan pada anak SD dengan specific learning disorder. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 5(2), 568–585. https://doi.org/10.51574/jrip.v5i2.3374

Ghaleb, N. A., & Majeed, N. T. (2023). The role of multisensory approach in teaching writing to EFL intermediate school students. Journal of Tikrit University for Humanities, 30(7.2), 1–25. https://doi.org/10.25130/jtuh.30.7.2.2023.22

Gillon, G. T. (2018). Phonological awareness, from research to practice (2nd ed.). The Guilford Press.

Horner, R. H., Carr, E. G., Halle, J., McGee, G., Odom, S., & Wolery, M. (2005). The use of single-subject research to identify evidence-based practice in special education. Exceptional Children, 71(2), 165–179. https://doi.org/10.1177/001440290507100203

Janawati, D. P. A., & Sulantara, I. M. E. (2021). An analysis of early reading ability of class 1 in elementary school. Pedagogia, Jurnal Pendidikan, 10(1), 43–49. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v10i1.630

Kilpatrick, D. A. (2015). Essentials of assessing, preventing, and overcoming reading difficulties. John Wiley & Sons.

Kitanova, I., & Koceva, A. (2022). Dyslexia and language teaching. Palimpsest, 7(14), 223–230. https://doi.org/10.46763/palim22714223k

Lerner, J. W. (2003). Learning disabilities, theories, diagnosis, and teaching strategies. Houghton Mifflin.

Lestari, L., & Ramadan, Z. H. (2024). Faktor penyebab kesulitan membaca. Didaktika, 13(1), 113–124. https://doi.org/10.58230/27454312.1553

Liu, Y., Chen, H., & Wang, S. (2025). The role of syllable awareness in early reading development, evidence from intervention studies. Journal of Educational Psychology, 117(2), 245–262. https://doi.org/10.1037/edu0000745

Lyon, G. R., Shaywitz, S. E., & Shaywitz, B. A. (2003). A definition of dyslexia. International Dyslexia Association.

Magang, J. C., Rijal, A., & Bekti, M. (2025). Analisis kesulitan membaca siswa kelas awal. Jurnal Citra Magang, 3(1), 30–38. https://doi.org/10.38048/jcmp.v3i1.4748

Mahfudoh, A. A. (2025). Penerapan metode multisensori dengan balok alfabet untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I MI Al Fattah [Disertasi, Institut Al Fithrah Surabaya].

Mitak, M., Fitriah, & Chesoh, M. (2023). Implementing multisensory approach. Buletin Edukasi Indonesia, 2(2), 55–60. https://doi.org/10.56741/bei.v2i02.184

Moats, L. C. (2020). Teaching reading is rocket science. American Federation of Teachers.

Mulyani, N., Kuswari, U., & Haerudin, D. (2024). Implementasi metode suku kata. Jurnal Syntax Imperatif, 5(5), 1122–1129. https://doi.org/10.36418/syntaximperatif.v5i5.531

Ristyaningsih, & Pujaningsih. (2025). Enhancing early reading skills through integrated VAKT and contextual learning, a classroom action research with first grade students with learning difficulties. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(4), 2284–2293. https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i4.2184

Snowling, M. J. (2000). Dyslexia. Blackwell.

Snowling, M. J., & Hulme, C. (2012). The science of reading. Blackwell.

Zulhendri, Z., & Warmansyah, J. (2020). The effectiveness of the multisensory method on early reading ability in 6 to 7 years old children. Jurnal Obsesi, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 257. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.568

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Itidieni, M., & Pujaningsih. (2026). Efektivitas Pendekatan Multisensori dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar yang Mengalami Kesulitan Membaca. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 423–437. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12153

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.