Politik Pendidikan dan Ekspansi Sekolah Dasar Muhammadiyah pada Masa Hindia Belanda, 1912-1942

Authors

  • Fahri Hidayat UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/pijies.v8i1.11342

Keywords:

Sekolah Dasar Muhammadiyah, Kebijakan Pendidikan, Hindia Belanda, Modernisasi Pendidikan Islam

Abstract

Abad ke-20 ditandai dengan munculnya politik pendidikan kolonial Hindia Belanda yang bertujuan untuk mempertahankan struktur sosial melalui sistem persekolahan yang bersifat dualistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara politik pendidikan Hindia Belanda dan transformasi serta ekspansi sekolah dasar Muhammadiyah pada periode 1911-1942. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah intelektual. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer berupa arsip Soeara Moehammadijah, dokumen pendidikan kolonial (Verslag), dan berbagai publikasi sezaman, serta sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan karya historiografi yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan kolonial menciptakan stratifikasi sosial melalui diferensiasi akses pendidikan. Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah merespons dengan mengembangkan model pendidikan dasar modern yang berakar pada Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI) yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1911. MIDI kemudian menjadi fondasi filosofis dan kelembagaan bagi perkembangan Standard School Muhammadiyah, HIS Muhammadiyah, dan Schakelschool Muhammadiyah yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini juga menemukan bahwa ekspansi sekolah dasar Muhammadiyah merupakan strategi sosial untuk memperluas akses pendidikan pribumi dan mempertahankan otonomi pendidikan Islam di tengah intervensi regulatif pemerintah kolonial.

References

Afandi, A. N., Swastika, A. I., & Evendi, E. Y. (2020). Pendidikan pada masa pemerintah kolonial di Hindia Belanda tahun 1900-1930. Jurnal Artefak, 7(1), 21. https://doi.org/10.25157/ja.v7i1.3038

Fakhriansyah, M., & Patoni, I. R. P. (2019). Akses pendidikan bagi pribumi pada periode etis (1901-1930). Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(2), 122–147. https://doi.org/10.21009/JPS.082.03

Hidayat, F. (2024). Rahmah El Yunusiyah’s concept of women’s education and the formation of an Islamic model of emancipation in Minangkabau society. EDUJAVARE: International Journal of Educational Research, 2(2). https://doi.org/10.70610/edujavare.1324

Hidayat, F., & Rohman, M. (2024). Modernisasi pendidikan Islam di Minangkabau: Studi tentang interaksi dengan Pan-Islamisme (1909-1945). At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam, 9(2), 169–186. https://doi.org/10.22515/attarbawi.v9i2.10955

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi sejarah. Tiara Wacana.

Maftuh. (2009). Kebijakan politik pendidikan Hindia Belanda dan implikasinya bagi pendidikan Islam (1900–1942) [Tesis Magister, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta]. Repositori Institusi UIN Sunan Kalijaga. https://digilib.uin-suka.ac.id/6922/

Marpaung, A., Harifin, H., Zebua, I., & Sinaga, R. (2024). The impact of the ethical policy on the development of education in early 20th century Indonesia. Warisan: Journal of History and Cultural Heritage, 5(2), 208–214. https://doi.org/10.34007/warisan.v5i2.2389

Maskur, A., Humaidi, H., & Ibrahim, N. (2022). Deliar Noer: Sebuah biografi politik, 1951-1999. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 6(1), 60–71. https://doi.org/10.29408/fhs.v6i1.4655

Moehammadijah, H. (1932). Soeara Moehammadijah. Hoofdbestuur Moehammadijah Hindia-Timoer, (1–6).

Nederlandsch-Indië, G. van. (1938). Indisch verslag 1938: Tekst van het verslag van bestuur en staat van Nederlandsch-Indië over het jaar 1937. Algemeene Landsdrukkerij.

Novriadi, D., Amnur, A. Q., & Surohim, S. (2023). Islamic education beyond colonialism: The development of Muhammadiyah educational practices in Bengkulu City circa 1945-1965. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 11(2), 197–212. https://doi.org/10.15642/jpai.2023.11.2.197-212

Nurhakim, H. A. N. (2024). Sistem pendidikan Hindia Belanda pada masa kebijakan politik etis. Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(1), 52–69. https://doi.org/10.21009/JPS.131.03

Saleh, Y. I. H. (1991). Colonial educational policy & Muhammadiyah’s education (Analytical history Muhammadiyah in Yogyakarta 1912–1942). Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, (47), 66–89. https://doi.org/10.14421/ajis.1991.047.66-89

Steenbrink, K. (2013). Dutch colonial containment of Islam in Manggarai, West-Flores, in favour of Catholicism, 1907-1942. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 169(1), 104–128. https://doi.org/10.1163/22134379-12340024

Thang, N. V., Phuc, N. H., Trong, D. V., Kiet, L. H., & Hiep, T. X. (2024). Another perspective in the education of Netherlands in Indonesia during colonial period (1799—1942). Journal of Educational and Social Research, 14(4), 413. https://doi.org/10.36941/jesr-2024-0112

Yuliantri, R. D. A., & Suwignyo, A. (2024). Revisiting the ideological negotiation of Indonesian identity, 1900-1942. Politics, Religion & Ideology, 25(1), 21–51. https://doi.org/10.1080/21567689.2023.2301560

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Hidayat, F. (2025). Politik Pendidikan dan Ekspansi Sekolah Dasar Muhammadiyah pada Masa Hindia Belanda, 1912-1942. Pedagogik Journal of Islamic Elementary School, 8(1), 425–444. https://doi.org/10.24256/pijies.v8i1.11342

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.