Manajemen Budaya Pendidikan Inklusif Melalui Implementasi Program Pembelajaran Individual (PPI)

Authors

  • Dedy Ermanto Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Lantip Diat Prasojo Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12331

Keywords:

debirokratisasi, manajemen inklusif, pendidikan inklusif, resiliensi pedagogis, sekolah terpencil

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen budaya pendidikan inklusif melalui implementasi Program Pembelajaran Individual (PPI) pada sekolah dasar di daerah terpencil dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian difokuskan pada aspek perencanaan adaptif, implementasi modifikasi kurikulum dan PPI, serta kepemimpinan dalam mengatasi keterbatasan kompetensi guru, fasilitas, dan resistensi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD Negeri 005 Busang, Kabupaten Kutai Timur. Informan dipilih secara purposive sebanyak lima orang, terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelas reguler, dan dua orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan inklusif berkembang secara adaptif melalui penyederhanaan target kurikulum menjadi kemampuan fungsional dan penyusunan PPI bersama orang tua. Implementasi layanan dilakukan melalui debirokratisasi PPI menjadi “Catatan Saku PPI”, supervisi klinis yang empatik, dan pengorganisasian tutor sebaya (peer-pairing). Kepemimpinan berbasis resiliensi diwujudkan melalui penguatan efikasi guru, pemanfaatan benda di lingkungan sebagai media pembelajaran, serta pengembangan empati siswa reguler untuk mengurangi resistensi sosial. Penelitian menghasilkan konsep Micro-Level Inclusive Management yang menunjukkan bahwa fleksibilitas tata kelola, kolaborasi, dan efikasi pendidik menjadi elemen penting dalam mempertahankan layanan inklusif pada kondisi keterbatasan sumber daya. Sekolah disarankan mengembangkan prosedur operasional internal Catatan Saku PPI sebagai instrumen keberlanjutan layanan.

References

Amka, A. (2020). Manajemen pendidikan inklusif. Nizamia Learning Center.

Babo, R., & Syamsuddin, A. (2022). Clinical supervision model to improve the quality of learning in elementary school. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 6(1), 85–94. https://doi.org/10.23887/jisd.v6i1.41303

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.

Booth, T., & Ainscow, M. (2011). Index for inclusion: Developing learning and participation in schools. Centre for Studies on Inclusive Education.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press. https://doi.org/10.4159/9780674028845

Ebron, G. (2026). The teacher-parent collaboration on the success of individualized education plans for students with special needs: Teachers’ perspective. JPAIR Multidisciplinary Research, 64(1), 153–174. https://doi.org/10.7719/jpair.v64i1.990

Edwards III, G. C. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.

Fu, W., Xiao, Y., Yin, C., & Zhou, T. (2022). The relationship of inclusive climate and peers’ attitude on children with disabilities in China: A mediating role of empathy. Frontiers in Psychology, 13, 1034232. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1034232

Hofmann, V., Pagnotta, C., Lacombe, N., & Squillaci, M. (2023). Burnout among special education teachers and the role of individual, interpersonal, and organizational risk and protective factors. OBM Integrative and Complementary Medicine, 8(3), 033. https://doi.org/10.21926/obm.icm.2303033

Lebona, M., Monyane, M. A., & Mukuna, K. R. (2024). Fostering an enabling environment for learners with special needs in rural primary schools in Lesotho. International Journal of Studies in Inclusive Education, 1(1), 40–47. https://doi.org/10.38140/ijsie.v1i1.1280

Lin, Q. (2022). The relationship between distributed leadership and teacher innovativeness: Mediating roles of teacher autonomy and professional collaboration. Frontiers in Psychology, 13, 948152. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.948152

Maurer, J., Becker, A., Hilkenmeier, J., & Daseking, M. (2021). Experiences and perceived self-efficacy in distance learning among teachers of students with special educational needs. Frontiers in Psychology, 12, 733865. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.733865

Mawa, H. A., Menge, C. D., Pare, M. I. T., & Baka, M. Y. (2023). Pemanfaatan media pembelajaran yang ramah anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti, 1(1), 31–38. https://doi.org/10.38048/jpicb.v1i1.2108

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Poon-McBrayer, K. F., & Wong, P. M. (2013). Inclusive education services for children and youth with disabilities: Values, roles and challenges of school leaders. Children and Youth Services Review, 35(9), 1520–1525. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2013.06.009

Norouzi, G. (2023). Impact of peer-mediated instructional strategies within inclusive education settings. Psychological Research in Individuals with Exceptional Needs, 1(3), 11–18. https://doi.org/10.61838/kman.prien.1.3.3

Rasmitadila, R., Widyasari, W., Humaira, M. A., Tambunan, A. R. S., Rachmadtullah, R., & Samsudin, A. (2020). Using blended learning approach (BLA) in inclusive education course: A study investigating teacher students’ perception. International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET), 15(2), 72–85. https://doi.org/10.3991/ijet.v15i02.9285

Ravet, J., & Mtika, P. (2021). Educational inclusion in resource-constrained contexts: A study of rural primary schools in Cambodia. International Journal of Inclusive Education, 28(1), 16–37. https://doi.org/10.1080/13603116.2021.1916104

Sowiyah, S., & Perdana, R. (2020). Pengembangan model program pembelajaran individu (PPI) bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif Kota Metro. Jurnal Improvement, 7(2), 69–76. https://doi.org/10.21009/improvement.v7i2.17956

Tarnoto, N. (2016). Permasalahan-permasalahan yang dihadapi sekolah penyelenggara pendidikan inklusi pada tingkat sekolah dasar. Humanitas, 13(1), 50–61. https://doi.org/10.26555/humanitas.v13i1.3843

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Ermanto, D., & Prasojo, L. D. (2026). Manajemen Budaya Pendidikan Inklusif Melalui Implementasi Program Pembelajaran Individual (PPI). Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 987–997. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12331

Citation Check