Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Membaca Berulang Berbasis Differentiated Instruction pada Siswa Lamban Belajar

Authors

  • Lilis Winduwati Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Pujaningsih Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12351

Keywords:

Differentiated Instruction, membaca berulang, membaca permulaan, siswa lamban belajar

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada jenjang sekolah dasar. Siswa yang terindikasi lamban belajar membutuhkan intervensi yang lebih intensif dan sesuai dengan karakteristik serta kecepatan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II sekolah dasar melalui penerapan metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tiga hingga empat pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah tiga siswa kelas II yang terindikasi lamban belajar. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes kemampuan membaca permulaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase serta disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction mampu meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa. Peningkatan terlihat secara bertahap dari kondisi pra-siklus hingga pelaksanaan Siklus I dan Siklus II. Pada Siklus I, persentase ketuntasan kemampuan membaca permulaan mencapai 53%, kemudian meningkat menjadi 82% pada Siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pemberian latihan membaca secara berulang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individual siswa dapat membantu memperkuat keterampilan membaca permulaan. Dengan demikian, metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa lamban belajar di kelas II sekolah dasar.

References

Abdurrahman, M. (2009). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Rineka Cipta.

Abidin, Y. (2012). Pembelajaran bahasa berbasis pendidikan karakter. Refika Aditama.

Anjarwati, R. (2020). Peningkatan keterampilan membaca permulaan melalui metode repeated reading pada siswa kelas II SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 135–142.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian suatu pendekatan dan praktek. Rineka Cipta.

Armbruster, B. B., Lehr, F., & Osborn, J. (2001). Put reading first: The research building blocks for teaching children to read. The Partnership for Reading.

Cunningham, P. M., & Allington, R. L. (2007). Classrooms that work: They can all read and write (4th ed.). Allyn & Bacon.

Day, R. R., & Park, J. S. (2005). Developing reading comprehension questions. Reading in a Foreign Language, 17(1), 60–73.

Duffy, G. G. (2009). Explaining reading: A resource for teaching concepts, skills, and strategies (2nd ed.). The Guilford Press.

Fuchs, L. S., & Fuchs, D. (2006). Introduction to progress monitoring: Measuring growth and using data to inform instruction. The Reading Teacher, 59(7), 554–559. https://doi.org/10.1598/RT.59.7.1

Gunning, T. G. (2010). Assessing and correcting reading and writing difficulties. Pearson Education.

Hasbrouck, J. E., & Tindal, G. A. (2006). Oral reading fluency norms: A valuable assessment tool for reading teachers. The Reading Teacher, 59(7), 636–644. https://doi.org/10.1598/RT.59.7.3

Hodijah, S., Marzuki, S., & Puspitasari, R. (2023). Pengaruh strategi repeated reading terhadap kelancaran membaca siswa lamban belajar di kelas inklusi. Jurnal Pendidikan Inklusif, 8(2), 123–134.

Hudson, R. F., Lane, H. B., & Pullen, P. C. (2005). Reading fluency assessment and instruction: What, why, and how? The Reading Teacher, 58(8), 702–714. https://doi.org/10.1598/RT.58.8.1

Klingner, J. K., Vaughn, S., & Boardman, A. (2007). Teaching reading comprehension to students with learning difficulties. The Guilford Press.

Manset-Williamson, G., & Nelson, J. M. (2005). Balanced, strategic reading instruction for upper-elementary and middle school students with reading disabilities: A comparative study of two approaches. Learning Disability Quarterly, 28(1), 59–74. https://doi.org/10.2307/1593612

Mercer, C. D., & Mercer, A. R. (2011). Teaching students with learning problems (8th ed.). Pearson.

Pikulski, J. J., & Chard, D. J. (2005). Fluency: Bridge between decoding and reading comprehension. The Reading Teacher, 58(6), 510–519. https://doi.org/10.1598/RT.58.6.2

Rahmawati, L., & Wahyuni, S. (2022). Penerapan strategi repeated reading dalam meningkatkan kelancaran membaca siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 45–52.

Rasinski, T. V. (2004). Creating fluent readers. Educational Leadership, 61(6), 46–51.

Rasinski, T. V. (2010). The fluent reader: Oral reading strategies for building word recognition, fluency, and comprehension. Scholastic.

Rasinski, T. V. (2012). Why reading fluency should be hot. The Reading Teacher, 65(8), 516–522. https://doi.org/10.1002/TRTR.01077

Rasinski, T. V., Blachowicz, C., & Lems, K. (Eds.). (2006). Fluency instruction: Research-based best practices. Guilford Press.

Slamet, S. Y. (2003). Kemampuan membaca permulaan. Universitas Sebelas Maret.

Snow, C. E., Burns, M. S., & Griffin, P. (Eds.). (1998). Preventing reading difficulties in young children. National Academy Press.

Therrien, W. J. (2004). Fluency and comprehension gains as a result of repeated reading: A meta-analysis. Remedial and Special Education, 25(4), 252–261. https://doi.org/10.1177/07419325040250040801

Tompkins, G. E. (2011). Literacy for the 21st century: A balanced approach (5th ed.). Pearson Education.

Vadasy, P. F., & Sanders, E. A. (2008). Benefits of repeated reading intervention for low-achieving fourth- and fifth-grade students. Remedial and Special Education, 29(4), 235–249. https://doi.org/10.1177/0741932507312013

Vaughn, S., & Linan-Thompson, S. (2004). Research-based methods of reading instruction: Grades K–3. Association for Supervision and Curriculum Development.

Wanabuliandari, R., Fithriyah, L., & Kartika, S. (2024). Intervensi membaca berbasis pengulangan untuk meningkatkan kemampuan fonologis siswa slow learner. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 1–10.

Wexler, J., Vaughn, S., Roberts, G., & Denton, C. A. (2010). The efficacy of repeated reading and wide reading practice for high school students with severe reading disabilities. Learning Disabilities Research & Practice, 25(1), 2–10. https://doi.org/10.1111/j.1540-5826.2009.00296.x

Woolfolk, A. (2009). Educational psychology (10th ed.). Pearson Education.

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/S15430421TIP4102_2

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Winduwati, L., & Pujaningsih. (2026). Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Membaca Berulang Berbasis Differentiated Instruction pada Siswa Lamban Belajar. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 998–1009. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12351

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)