Peningkatan Kemampuan Literasi Dini dan Regulasi Diri Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar Membaca melalui Implementasi Media Digital Qreatif Edukatife

Authors

  • Sopiah Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Ibnu Syamsi Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12355

Keywords:

kesulitan belajar membaca, literasi dini, media digital, qreatif edukatife, regulasi diri

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dini dan regulasi diri murid kelas I yang mengalami kesulitan belajar membaca di SDN 001 Teluk Pandan melalui implementasi media digital 'Qreatif Edukatife'. Pemanfaatan media digital interaktif ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi hambatan membaca pada anak, sekaligus menstimulasi kemampuan mengontrol dan mengarahkan perilaku belajar mereka secara mandiri sejak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini bertempat di SDN 001 Teluk Pandan dengan subjek penelitian murid kelas I yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar membaca. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari aktivitas murid, kinerja guru, dan hasil evaluasi perkembangan belajar. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi teknik observasi, tes kemampuan membaca, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi regulasi diri, instrumen tes literasi dini, dan pedoman wawancara. Sementara itu, teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk data proses hasil observasi serta wawancara, dan deskriptif kuantitatif untuk menghitung persentase ketuntasan nilai tes membaca murid. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media digital 'Qreatif Edukatife' terbukti secara signifikan dapat meningkatkan literasi dini dan regulasi diri murid kelas I yang mengalami kesulitan belajar membaca. Murid menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenal huruf, merangkai suku kata, serta memperlihatkan fokus dan kemandirian yang lebih baik selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi guru untuk memanfaatkan media digital interaktif ini sebagai variasi metode pembelajaran di kelas. Sekolah diharapkan dapat mendukung ketersediaan fasilitas teknologi yang memadai, dan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan media ini pada subjek atau kompetensi dasar yang lebih luas.

References

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.

Clark, D. B., Tanner-Smith, E. E., & Killingsworth, S. S. (2016). Digital games, design, and learning: A systematic review and meta-analysis. Review of Educational Research, 86(1), 79–122. https://doi.org/10.3102/0034654315582065

Diamond, A. (2013). Executive functions. Annual Review of Psychology, 64, 135–168. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-113011-143750

Ehri, L. C. (2005). Learning to read words: Theory, findings, and issues. Scientific Studies of Reading, 9(2), 167–188. https://doi.org/10.1207/s1532799xssr0902_4

Grabe, W., & Stoller, F. L. (2019). Teaching and researching reading (3rd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315726274

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (3rd ed.). Deakin University Press.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

Melby-Lervåg, M., Lyster, S. A. H., & Hulme, C. (2012). Phonological skills and their role in learning to read: A meta-analytic review. Psychological Bulletin, 138(2), 322–352. https://doi.org/10.1037/a0026744

Meyer, A., Rose, D. H., & Gordon, D. (2024). Universal design for learning: Principles, framework, and practice (2nd ed.). CAST Professional Publishing.

Plass, J. L., Homer, B. D., & Kinzer, C. K. (2015). Foundations of game-based learning. Educational Psychologist, 50(4), 258–283. https://doi.org/10.1080/00461520.2015.1122533

Rao, K., Ok, M. W., & Bryant, B. R. (2014). A review of research on universal design educational models. Remedial and Special Education, 35(3), 153–166. https://doi.org/10.1177/0741932513518980

Sailer, M., & Homner, L. (2020). The gamification of learning: A meta-analysis. Educational Psychology Review, 32(1), 77–112. https://doi.org/10.1007/s10648-019-09498-w

Sénéchal, M., & LeFevre, J.-A. (2002). Parental involvement in the development of children's reading skill: A five-year longitudinal study. Child Development, 73(2), 445–460. https://doi.org/10.1111/1467-8624.00417

Snowling, M. J., & Hulme, C. (2012). Annual research review: The nature and classification of reading disorders, a commentary on proposals for DSM-5. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 53(5), 593–607. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2011.02495.x

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wood, D., Bruner, J. S., & Ross, G. (1976). The role of tutoring in problem solving. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 17(2), 89–100. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.1976.tb00381.x

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2

Downloads

Published

2026-09-05

How to Cite

Sopiah, & Syamsi, I. (2026). Peningkatan Kemampuan Literasi Dini dan Regulasi Diri Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar Membaca melalui Implementasi Media Digital Qreatif Edukatife. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1050–1062. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12355

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.