Implementasi Strategi Cyber untuk Meningkatkan Kedisiplinan Santri Dipondok Pesantren Nurul Islam

Authors

  • Silvia Zaenab STAI Nurul Islam Mojokerto, Indonesia
  • Muhammad Yoga Sundawa STAI Nurul Islam Mojokerto, Indonesia
  • Doni Andriansyah STAI Nurul Islam Mojokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/pijies.v9i1.9264

Keywords:

Pengawasan Cyber, Kedisiplinan Santri, Teori Albert Bandura, Kepercayaan Diri, Perkembangan Biologis Remaja

Abstract

Liburan santri bukan sekadar waktu bebas. Liburan menjadi kesempatan penting untuk membentuk karakter dan disiplin di pesantren. Pondok Pesantren Nurul Islam menerapkan strategi pengawasan digital. Pondok Pesantren Nurul Islam membentuk tim Cyber. Tim Cyber memantau perilaku santri saat pulang ke rumah. Penelitian ini menilai efektivitas strategi pengawasan digital dalam meningkatkan disiplin santri. Penelitian ini mengeksplorasi faktor psikologis dan biologis yang memengaruhi perilaku santri junior dan senior selama liburan. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dan mengumpulkan data lewat wawancara mendalam serta observasi partisipan. Wawancara mendalam dan observasi partisipan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis mengacu pada teori kognitif sosial Albert Bandura, menekankan determinisme timbal balik, efikasi diri, dan regulasi diri, serta menambahkan perspektif perkembangan biologis remaja. Temuan menunjukkan bahwa sistem pengawasan berbasis teknologi digital berfungsi sebagai kontrol eksternal. Sistem pengawasan berbasis teknologi digital mendorong santri menjadi lebih berhati-hati dalam perilaku santri, baik dalam interaksi sosial maupun penggunaan media digital. Namun, efektivitas ini belum sepenuhnya mampu menumbuhkan kontrol internal dan regulasi diri yang berkelanjutan, terutama pada santri senior yang masih dalam tahap perkembangan korteks prefrontal yang belum sepenuhnya matang secara biologis. Hal ini menunjukkan bahwa disiplin santri selama liburan lebih didorong oleh mekanisme pengawasan dan sanksi eksternal daripada motivasi intrinsik yang berasal dari kesadaran pribadi. Oleh karena itu, strategi pengawasan berbasis teknologi digital perlu diintegrasikan dengan pendekatan pembinaan psikologis dan biologis yang lebih holistik, guna mendukung perkembangan regulasi diri santri secara berkelanjutan dan mempertimbangkan kesejahteraan emosional serta potensi individu mereka.

References

Aziz, S., Meier, B., Wuensch, K., & Dolbier, C. (2023). Take a break! Leisure participation moderates the workaholism–work stress relationship. The Career Development Quarterly, 71(4), 315–329. https://doi.org/10.1002/cdq.12336

Bandura, A. (1991). Social cognitive theory of self-regulation. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 248–287. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90022-L

Bulboacă, Ș., Brătucu, G., Ciobanu, E., Chițu, I. B., Constantin, C. P., & Lixăndroiu, R. C. (2025). Uncovering emotional and identity-driven dimensions of entertainment consumption in a transitional digital culture. Behavioral Sciences, 15(8), 1049. https://doi.org/10.3390/bs15081049

Casey, B. J., Cohen, A. O., & Galvan, A. (2025). The beautiful adolescent brain: An evolutionary developmental perspective. Annals of the New York Academy of Sciences, 1546(1), 58–74. https://doi.org/10.1111/nyas.15314

Cercio, F. Y. D., Purwantyas, S. N. A., & Chamidah, F. L. (2025). Atraksi wisata sebagai media dalam membangun reputasi edukasi-rekreasi berbasis budaya keluarga: Studi kasus pada Wisata Intan Abatani, Taman Abhirama, dan Istana Gebang. Relasi: Jurnal Penelitian Komunikasi, 5(04), 154–164.

Himmelová, V., & Jirásek, I. (2024). The phenomenon of the loss of vacations. World Leisure Journal, 66(3), 443–464. https://doi.org/10.1080/16078055.2024.2320657

Hoyer, K., Sijtsema, J., Kogler, C., van den Bos, W., & Molleman, L. (2025). Determinants of rule‐breaking in adolescence. Journal of Adolescence, 97(8), 2185–2197. https://doi.org/10.1002/jad.70031

Jahidin, A. (2023). Traditional pesantren, parental involvement, and santri well-being: Insights from Pesantren Sunan Pandanaran of Yogyakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, 7(1), 27–48. https://doi.org/10.14421/jpm.2023.071-02

Kaharuddin. (2021). Kualitatif: Ciri dan karakter sebagai metodologi. Jurnal Pendidikan, 9(1), 1–8.

Karagiannopoulou, E., Lianos, P., Andriopoulou, P., Rentzios, C., & Fonagy, P. (2025). Attachment and epistemic trust in junior and senior university students: The mediating role of affect regulation and mentalizing. Who is at risk? PLOS One, 20(8), e0304749. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0304749

Kinczel, A., & Müller, A. (2023). The emergence of leisure travel as primary preventive tools in employee health behavior. GeoJournal of Tourism and Geosites, 47(2), 432–439. https://doi.org/10.30892/gtg.47209-1041

Setiyorini, N. D., & Ibad, M. (2025). The role of pesantren education in preparing students to be globally competitive and have noble morals. ALSYS, 5(5), 1808–1820. https://doi.org/10.58578/alsys.v5i5.6988

Suharyat, Y., Nurhayati, S., Rohmat, R., Mista, H., Hidayat, A. W., & Adeoye, M. A. (2023). Kesantrian management: Strategy and efficiency of santri’s learning activities (A case study at Pondok Pesantren Babussalam Cimanggis Depok). JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 10(2), 170–180. https://doi.org/10.21831/jppm.v10i2.58680

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Zaenab, S., Sundawa, M. Y., & Andriansyah, D. (2026). Implementasi Strategi Cyber untuk Meningkatkan Kedisiplinan Santri Dipondok Pesantren Nurul Islam. Pedagogik Journal of Islamic Elementary School, 9(1), 100–112. https://doi.org/10.24256/pijies.v9i1.9264

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.