Peningkatan Keterampilan Prakarya Melalui Penggunaan Media Visual Kontras Pada Siswa Low Vision

Authors

  • Mersianti Sampe Lantang Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Iis Prasetyo Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12352

Keywords:

media visual kontras, keterampilan prakarya, low vision

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan media visual kontras dalam meningkatkan keterampilan prakarya, mengetahui aspek keterampilan prakarya yang mengalami peningkatan, menganalisis efektivitas penggunaan media visual kontras, serta mendeskripsikan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran prakarya pada siswa low vision kelas VIII di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VIII yang mengalami hambatan penglihatan kategori low vision di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan didukung penyajian data dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual kontras mampu meningkatkan keterampilan prakarya siswa secara bertahap pada setiap siklus. Kemampuan awal siswa mencapai 47,5%, meningkat menjadi 65% pada Siklus I, 75% pada Siklus II, dan mencapai 82,5% pada Siklus III. Peningkatan terjadi pada aspek mengenali alat dan bahan, memahami langkah kerja, menggunakan alat sesuai prosedur, menghasilkan produk yang lebih rapi, serta meningkatnya kemandirian dalam menyelesaikan tugas praktik. Penggunaan media visual kontras juga terbukti membuat proses pembelajaran lebih efektif karena siswa lebih mudah mengamati objek pembelajaran, memahami instruksi, dan mempertahankan konsentrasi selama kegiatan praktik berlangsung. Selain itu, terjadi perubahan positif pada perilaku guru, yaitu lebih terampil dalam merancang pembelajaran yang adaptif, memanfaatkan media sesuai kebutuhan visual siswa, memberikan pendampingan yang lebih sistematis, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual kontras efektif dalam meningkatkan keterampilan prakarya siswa low vision kelas VIII di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Media ini mampu membantu siswa memanfaatkan sisa penglihatannya secara lebih optimal sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami, lebih aktif, dan lebih bermakna.

References

Abdurrahman, M. (2012). Anak berkesulitan belajar: Teori, diagnosis, dan remediasinya. Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2021). Penelitian tindakan kelas. Bumi Aksara.

Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. PT RajaGrafindo Persada.

Daryanto. (2016). Media pembelajaran: Perannya sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Gava Media.

Efendi, M. (2006). Pengantar psikopedagogik anak berkelainan. Bumi Aksara.

Efendi, M. (2018). Pengantar psikopedagogik anak berkelainan (Edisi revisi). Bumi Aksara.

Fauzi, A. (2021). Pengaruh media pembelajaran visual terhadap hasil belajar siswa dengan gangguan penglihatan di sekolah inklusif. Jurnal Pendidikan Inklusi, 5(2), 115–128.

Hamalik, O. (2015). Kurikulum dan pembelajaran. Bumi Aksara.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kurniawati, R. (2021). Pengaruh ukuran dan jarak media visual terhadap kenyamanan membaca anak low vision. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 15(1), 45–56.

Kustawan, D. (2013). Anak berkebutuhan khusus perlu pendidikan khusus. Luxima Metro Media.

Lestari, D. (2020). Penggunaan media visual berkontras tinggi untuk meningkatkan kemampuan membaca pada siswa low vision. Jurnal Ortopedagogi, 6(2), 88–95.

Nur’aeni. (2021). Karakteristik visual dan strategi adaptasi pembelajaran bagi anak low vision di sekolah dasar inklusi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 7(1), 22–34.

Pratama, A. (2020). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis visual untuk siswa low vision. Jurnal Teknologi Pendidikan Khusus, 4(3), 202–215.

Pujaningsih. (2007). Model akomodasi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Universitas Negeri Yogyakarta.

Rahman, A. (2019). Pemanfaatan sisa penglihatan melalui media modifikasi dalam pembelajaran keterampilan anak low vision. Jurnal Rehabilitasi dan Edukasi, 11(2), 101–112.

Rahmawati, S. (2022). Pemanfaatan media gambar berwarna kontras dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak low vision. Jurnal Kajian Pendidikan Khusus, 9(1), 57–68.

Rudiyati, S., Pujaningsih, & [penulis lainnya]. (2015). Pengembangan model penanganan anak berkebutuhan khusus berdasarkan akomodasi dan modifikasi pembelajaran. Universitas Negeri Yogyakarta.

Rusman. (2017). Belajar & pembelajaran: Berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.

Sani, R. A. (2014). Pembelajaran saintifik untuk implementasi Kurikulum 2013. Bumi Aksara.

Sari, L. (2022). Strategi pembelajaran berbasis media visual untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa low vision. Jurnal Pedagogi Inklusif, 8(2), 140–152.

Satria, R. L. (2019). Perancangan media visual untuk anak disabilitas netra low vision. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 3(2), 75–84.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Somantri, T. (2012). Psikologi anak luar biasa. Refika Aditama.

Sudjana, N. (2000). Metode statistika. Tarsito.

Sudjana, N. (2013). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.

Suharmini, T. (2009). Psikologi anak berkebutuhan khusus. Kanwa Publisher.

Uno, H. B. (2012). Teori motivasi dan pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Bumi Aksara.

Wahyuni, S. (2020). Efektivitas penggunaan media gambar kontras dalam pembelajaran keterampilan praktik bagi anak gangguan penglihatan. Jurnal Pendidikan Luar Biasa Nusantara, 4(2), 132–145.

Downloads

Published

2026-09-04

How to Cite

Lantang, M. S., & Prasetyo, I. (2026). Peningkatan Keterampilan Prakarya Melalui Penggunaan Media Visual Kontras Pada Siswa Low Vision. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1010–1023. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12352

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.