Pengembangan Pop-Up Book Berbasis Kognitif Sosial Sebagai Media Untuk Menstimulasi Bahasa Ekspresif Anak Usia 5–6 Tahun

Authors

  • Henni Anggraini Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Indonesia
  • Sarah Emmanuel Haryono pendidikan guru pendidikan anak usia dini, fakultas ilmu pendidikan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Indonesia
  • Berliani Dwi Pranata Sari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Indonesia
  • Duwi Puji Lestari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12713

Keywords:

bahasa ekspresif, pop up book, kognitif sosial, storytelling

Abstract

Kemampuan bahasa ekspresif memiliki peranan yang sangat penting. Bahasa ekspresif merujuk pada kemampuan anak untuk mengungkapkan ide, pikiran, perasaan, keinginan, dan pengalaman melalui ujaran verbal yang dapat dipahami oleh orang lain. Kemampuan ini mencakup penguasaan kosakata, penyusunan struktur kalimat, penggunaan bahasa sesuai konteks sosial, hingga kemampuan naratif dalam menyampaikan cerita. Pada rentang usia 5-6 tahun perkembagan bahasa anak sangatlah pesat sehingga perlu ditunjang dengan media stimulasi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Pop Up Book berbasis kognitif sosial sebagai media untuk menstimulasi kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun. Pengembangan media didasarkan kepada kebutuhan pembelajaran yeng memberikan pengalaman konkret sekaligus mendorong anak memahami situasi sosial, mengenali emosi, dan mengungkapkan gagasan, melalui komunikasi verbal. Penelitian ini menggunakan metode Research dan Developmen (R & D) dengan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Produk dirancang dalam bentuk buku tiga dimensi dengan ilustrasi berwarna, terdapat bagian yang dapat digerakkan, cerita yang dekat dengan situasi dan pengalaman anak sehari-hari, serta pertanyaan interaktif yang mendorong interaksi dua arah. Observasi difokuskan kepada indikator yaitu kemampuan memahami cerita, mengungkapkan perasaan dan pendapat secara lisan, berpartisipasi dalam percakapan dua arah, serta minat anak terhadap media dan aktivitas literasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memiliki tingkat kelayakan sangat baik. Validasi ahli materi memperoleh skor 87.5% dan validasi ahli media memperoleh skor 84%yang keduanya berada pada kategori sangat layak. Pada uji kelompok kecil terhadap tiga anak diperoleh skor 40 dari skor maksimal 48 atau 83% dengan capaian yang menonjol pada kemampuan memahami cerita serta mengungkapkan perasaan dan pendapat secara lisan. Pada uji kelompok besar terhadap tujuh anak diperoleh skor 84 dari skor maksimal 112 atau 75% dengan partisipasi aktif dalam percakapan dua arah memperoleh skor tertinggi. Dengan demikian dapat diketahui bahwa Media Pop Up Book Berbasis Kognitif Sosial Layak digunakan sebagai Media Stimulasi Bahasa Ekspresif Anak Usia 5-6 Tahun.

References

Kemampuan bahasa ekspresif memiliki peranan yang sangat penting. Bahasa ekspresif merujuk pada kemampuan anak untuk mengungkapkan ide, pikiran, perasaan, keinginan, dan pengalaman melalui ujaran verbal yang dapat dipahami oleh orang lain. Kemampuan ini mencakup penguasaan kosakata, penyusunan struktur kalimat, penggunaan bahasa sesuai konteks sosial, hingga kemampuan naratif dalam menyampaikan cerita. Pada rentang usia 5-6 tahun perkembagan bahasa anak sangatlah pesat sehingga perlu ditunjang dengan media stimulasi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Pop Up Book berbasis kognitif sosial sebagai media untuk menstimulasi kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun. Pengembangan media didasarkan kepada kebutuhan pembelajaran yeng memberikan pengalaman konkret sekaligus mendorong anak memahami situasi sosial, mengenali emosi, dan mengungkapkan gagasan, melalui komunikasi verbal. Penelitian ini menggunakan metode Research dan Developmen (R & D) dengan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Produk dirancang dalam bentuk buku tiga dimensi dengan ilustrasi berwarna, terdapat bagian yang dapat digerakkan, cerita yang dekat dengan situasi dan pengalaman anak sehari-hari, serta pertanyaan interaktif yang mendorong interaksi dua arah. Observasi difokuskan kepada indikator yaitu kemampuan memahami cerita, mengungkapkan perasaan dan pendapat secara lisan, berpartisipasi dalam percakapan dua arah, serta minat anak terhadap media dan aktivitas literasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memiliki tingkat kelayakan sangat baik. Validasi ahli materi memperoleh skor 87.5% dan validasi ahli media memperoleh skor 84%yang keduanya berada pada kategori sangat layak. Pada uji kelompok kecil terhadap tiga anak diperoleh skor 40 dari skor maksimal 48 atau 83% dengan capaian yang menonjol pada kemampuan memahami cerita serta mengungkapkan perasaan dan pendapat secara lisan. Pada uji kelompok besar terhadap tujuh anak diperoleh skor 84 dari skor maksimal 112 atau 75% dengan partisipasi aktif dalam percakapan dua arah memperoleh skor tertinggi. Dengan demikian dapat diketahui bahwa Media Pop Up Book Berbasis Kognitif Sosial Layak digunakan sebagai Media Stimulasi Bahasa Ekspresif Anak Usia 5-6 Tahun.

Downloads

Published

2026-10-02

How to Cite

Anggraini, H., Haryono, S. E., Sari, B. D. P., & Lestari, D. P. (2026). Pengembangan Pop-Up Book Berbasis Kognitif Sosial Sebagai Media Untuk Menstimulasi Bahasa Ekspresif Anak Usia 5–6 Tahun. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 9(2), 1359–1371. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12713

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.