Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) melalui Media Buku Bergambar Kelas II SDN 003 Long Mesangat

Authors

  • Aminah Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Suparno Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12147

Keywords:

kemampuan membaca permulaan, media buku bergambar, metode multisensori, penelitian tindakan kelas

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi penting bagi keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dasar, namun sebagian peserta didik masih mengalami kesulitan dalam ketepatan membaca, pelafalan, intonasi, dan kelancaran. Pembelajaran membaca yang belum mengoptimalkan keterlibatan berbagai modalitas sensorik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebutuhan belajar peserta didik dengan kesulitan membaca belum sepenuhnya terakomodasi. Meskipun metode multisensori telah banyak digunakan dalam pembelajaran membaca, penerapannya yang mengintegrasikan dukungan teknologi dengan media buku bergambar dalam konteks pembelajaran kelas rendah sekolah dasar masih memerlukan bukti empiris berbasis tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas II SDN 003 Long Mesangat melalui metode multisensori berbasis teknologi menggunakan media buku bergambar. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 33 peserta didik, dengan tujuh peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan sebagai fokus tindakan. Data diperoleh melalui observasi, tes kemampuan membaca permulaan, dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan PTK dipilih karena memungkinkan perbaikan pembelajaran dilakukan secara sistematis dan reflektif berdasarkan kesulitan membaca yang ditemukan dalam kondisi kelas aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kemampuan membaca permulaan tujuh peserta didik fokus meningkat dari 53 pada Siklus I Pertemuan 1 menjadi 68 pada Siklus I Pertemuan 2, 77 pada Siklus II Pertemuan 1, dan 91 pada Siklus II Pertemuan 2. Pada tingkat kelas, rata-rata hasil belajar meningkat dari 72,64 pada pra-siklus menjadi 88,58 pada akhir tindakan, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 78,79% menjadi 100%. Peningkatan juga terlihat pada perhatian, motivasi, keaktifan, dan kepercayaan diri peserta didik selama pembelajaran. Kebaruan praktis penelitian ini terletak pada integrasi stimulasi multisensori, dukungan teknologi, dan media buku bergambar dalam tindakan pembelajaran yang adaptif bagi peserta didik dengan kesulitan membaca permulaan tanpa memisahkan mereka dari pembelajaran kelas reguler. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif pembelajaran membaca permulaan yang adaptif dan inklusif pada kelas rendah sekolah dasar.

References

Al Otaiba, S., McMaster, K., Wanzek, J., & Zaru, M. W. (2023). What we know and need to know about literacy interventions for elementary students with reading difficulties and disabilities, including dyslexia. Reading Research Quarterly, 58(2), 313–332. https://doi.org/10.1002/rrq.458

Chan, E. S. M., Shero, J. A., Hand, E. D., Cole, A. M., Gaye, F., Spiegel, J. A., & Kofler, M. J. (2023). Are reading interventions effective for at-risk readers with ADHD? A meta-analysis. Journal of Attention Disorders, 27(2), 182–200. https://doi.org/10.1177/10870547221130111

Tarjiah, I., Supena, A., Pujiastuti, S. I., & Mulyawati, Y. (2023). Increasing the reading ability of a student with dyslexia in elementary school, an explanatory case study by using family support, remedial teaching, and multisensory method. Frontiers in Education, 8, 1022580. https://doi.org/10.3389/feduc.2023.1022580

Zheng, Y., Li, D., Chen, Z., & Liu, G. (2022). Picture book reading on the development of preschoolers in rural areas of China, effects on language, inhibition, and theory of mind. Frontiers in Psychology, 13, 1030520. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1030520

Ananda, R. D., Zakiah, L., & Sakmal, J. (2026). Implementasi pembelajaran dengan metode multisensori dalam meningkatkan keterlibatan siswa kelas rendah SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2).

Anggraini, D. P., & Pratiwi, D. E. (2025). Meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Pakis V yang mengalami keterlambatan melalui pendekatan multisensori dengan media kartu gambar. Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan, 3(2), 45–49. https://doi.org/10.33084/jppp.v3i2.11425

Cai, Y., Holmes, J., & Gathercole, S. E. (2026). Associations between ADHD symptom dimensions and cognition in children with ADHD and learning difficulties. Journal of Attention Disorders, 30(1). https://doi.org/10.1177/10870547251376776

Daniyati, A., Saputri, I. B., Wijaya, R., Septiyani, S. A., & Setiawan, U. (2023). Konsep dasar media pembelajaran. Journal of Student Research, 1(1), 282–294. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i1.993

Emiliawati, E., Afyaingsih, Y., & Suriyana. (2025). Analisis membaca permulaan pada siswa kelas II di SD Negeri 41 Sungai Raya. Jurnal Pendidikan UNIGA, 19(2), 276–283. https://doi.org/10.52434/jpu.v19i2.43005

Fitria, S., & Suparno, S. (2016). Evaluasi pembelajaran keterampilan membaca permulaan di TK Fastrack Funschool Kelas A Program Nusantara Yogyakarta. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 85. https://doi.org/10.21831/jppm.v3i1.6481

Gusmaningsih, I. O., Azizah, N. L., Suciani, R. N., & Aulia, R. (2023). Strategi refleksi dan evaluasi penelitian tindakan kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 1(2), 114–123.

Hermanto. (2010). Penyelenggaraan pendidikan inklusif membutuhkan keseriusan sekolah. Jurnal Pendidikan Khusus, 6, 65–67. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpk/article/view/6737/5792

Huduni, A., Affandi, L. H., & Nisa, K. (2022). Analisis kesulitan siswa dalam membaca permulaan di kelas 1 SD Negeri 3 Darek. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2), 394–398. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i2.488

Ismi, R., & Witasoka, D. (2025). Pengaruh multisensori terhadap hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran inklusif. Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan, 2, 89–97.

Karim, S., Akter, N., & Patwary, M. J. A. (2022). Predicting autism spectrum disorder (ASD) meltdown using fuzzy semi-supervised learning with NNRW. International Conference on Innovations in Science, Engineering and Technology (ICISET), 3(2), 26–27.

Kusuma, M. W., Larasati, W., Risma, F. V., Sari, N., Violina, U., & Agustin, S. (2022). Pentingnya penerapan budaya literasi membaca dan menulis terhadap prestasi peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(20), 132–138.

Maulina, A., & Fanreza, R. (2023). Media buku cerita bergambar mengembangkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun. Journal on Teacher Education, 5(1), 1–10.

Misno, A. T., Ilyas, S. N., & Asti, A. S. W. (2025). Penerapan pendekatan multisensori menggunakan media loose part dalam menstimulasi literasi anak usia 5–6 tahun di TK Multazam. Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education, 6(1), 67–76.

Nurkhaliza, M., Diana, S. M., Hariyanto, & Sowiyah. (2026). Pengaruh metode multisensori dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas II sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1).

Purnamasari, E. (2025). Problematika keterampilan membaca permulaan peserta didik kelas rendah pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 907–915.

Rahim, I., Amriani, S. R., & Mardiana, S. (2024). Penerapan pendekatan multisensori untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SDN 113 Inpres Barugae. Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(3), 1032. https://doi.org/10.70713/pjp.v4i3.56914

Ramadani, R. (2023). Media huruf magnetik bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7, 20733–20740.

Rizky, Q., & Ramadhani, S. P. (2023). Pengembangan buku cerita bergambar digital untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan kelas II SDN 01 Halim. Jurnal Wahana Pendidikan, 10(1), 169–178. https://doi.org/10.25157/jwp.v10i1.9582

Saádi, A. (2025). Pengumpulan data yang efisien pada penelitian tindakan kelas: Teknik, alat, dan tantangan. Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(2).

Sulistiawati, A., & Dafit, F. (2025). Pengaruh media buku cerita bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 10 Pinggir. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 7098–7107. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2763

Triwahyuni, D., & Andriyani, R. (2026). Analisis karakteristik perilaku siswa ADHD dan upaya penanganannya dalam pembelajaran di sekolah dasar. Psikosospen: Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 371–376.

Utomo, P., Asvio, N., & Prayogi, F. (2024). Metode penelitian tindakan kelas (PTK): Panduan praktis untuk guru dan mahasiswa di institusi pendidikan. Pubmedia Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Indonesia, 1(4), 1–19.

Vebrina, E. Y., & Endah, N. S. (2025). Penerapan metode multisensori untuk meningkatkan kemampuan membaca pada siswa UPT SD Negeri 7 Gresik. Journal of Smart Education and Learning, 2(3), 111–119.

Downloads

Published

2026-08-18

How to Cite

Aminah, & Suparno. (2026). Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) melalui Media Buku Bergambar Kelas II SDN 003 Long Mesangat. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 509–523. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12147

Citation Check

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 

You may also start an advanced similarity search for this article.