Implementasi Program Literasi Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Berisiko Slow Learner Kelas 1 Sekolah Dasar

Authors

  • Yusran Zunaidi Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Cepi Safruddin Abdul Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12156

Keywords:

minat baca, program literasi sekolah, slow learner

Abstract

Rendahnya minat baca masih menjadi salah satu permasalahan literasi pada siswa sekolah dasar, terutama bagi siswa berisiko slow learner yang membutuhkan waktu dan pendampingan lebih intensif dalam mengikuti kegiatan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Literasi Sekolah (PLS) dalam menumbuhkan minat baca siswa berisiko slow learner di kelas I SDN 001 Muara Ancalong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLS diimplementasikan melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran, penyediaan sudut baca kelas, penggunaan bahan bacaan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, serta pendampingan guru selama kegiatan literasi. Perubahan minat baca siswa berisiko slow learner terlihat dari meningkatnya kemampuan mempertahankan perhatian selama kegiatan membaca, kesediaan mengikuti kegiatan literasi sampai selesai, keaktifan memilih dan membuka bahan bacaan, respons terhadap pertanyaan guru mengenai bacaan, serta munculnya inisiatif untuk membaca tanpa selalu menunggu instruksi. Pendampingan guru dan penggunaan bahan bacaan yang sederhana dan menarik menjadi faktor yang mendukung keterlibatan siswa, sedangkan keterbatasan koleksi bacaan, konsentrasi yang belum stabil, dan perbedaan kemampuan membaca menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi PLS tidak hanya membentuk rutinitas membaca, tetapi juga mendorong perubahan perilaku literasi siswa berisiko slow learner dari keterlibatan yang bergantung pada arahan guru menuju partisipasi dan inisiatif membaca yang lebih mandiri.

References

Abdurrahman, M. (2012). Anak berkesulitan belajar: Teori, diagnosis, dan remediasinya. Rineka Cipta.

Abidin, Y. (2015). Pembelajaran multiliterasi. Refika Aditama.

Abidin, Y. (2017). Pembelajaran literasi. Bumi Aksara.

Ainurramadhani, I. E., et al. (2025). Peran guru kelas dalam menangani hambatan belajar siswa slow learner pada kelas inklusif. Jurnal Pendidikan IPS.

Amaliah Rosdiana, L. (2016). Studi kasus pada mahasiswa slow learner dalam menyimak mata kuliah Bahasa Indonesia. Jurnal Literasi.

Annisa, N., et al. (2023). Penerapan bahan ajar berbasis literasi untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik slow learner di sekolah dasar. Jurnal Elementaria Edukasia.

Aunurrahman. (2014). Belajar dan pembelajaran. Alfabeta.

Baharuddin. (2014). Pendidikan dan psikologi perkembangan. Ar-Ruzz Media.

Bungin, B. (2019). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.

Chasanah, T., et al. (2025). Analisis kemampuan literasi siswa berkebutuhan khusus kelas II SDN Pandean Lamper 05 Kota Semarang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.

Dalman. (2014). Keterampilan membaca. Rajawali Pers.

Darmono. (2007). Perpustakaan sekolah: Pendekatan aspek manajemen dan tata kerja. Grasindo.

Darmono. (2016). Manajemen perpustakaan sekolah. Grasindo.

Desiningrum, D. R. (2017). Psikologi anak berkebutuhan khusus. Psikosain.

Efendi, M. (2016). Pengantar psikopedagogik anak berkelainan. Bumi Aksara.

Epstein, J. L., Sanders, M. G., Sheldon, S. B., Simon, B. S., Salinas, K. C., Jansorn, N. R., Van Voorhis, F. L., Martin, C. S., Thomas, B. G., Greenfeld, M. D., Hutchins, D. J., & Williams, K. J. (2018). School, family, and community partnerships: Your handbook for action (4th ed.). Corwin.

Firdaus, A. Y. (2021). Penggunaan media MBB AR dalam meningkatkan kemampuan literasi dan karakter siswa slow learner. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 5(3), 781–800. https://doi.org/10.26811/didaktika.v5i3.354

Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2019). Exceptional learners: An introduction to special education (14th ed.). Pearson.

Ismail, T. (2003). Agar anak bangsa tak rabun membaca tak pincang mengarang. Citra Pendidikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah. Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Gerakan Literasi Sekolah. Kemendikbud.

Lerner, J. (2015). Learning disabilities and related disabilities. Cengage Learning.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Muhammad Nurdin. (2016). Pendidikan karakter dan literasi. Ar-Ruzz Media.

Mulyasa, E. (2016). Menjadi guru profesional. PT Remaja Rosdakarya.

Mumpuniarti. (2017). Pembelajaran anak berkebutuhan khusus. UNY Press.

Munawir Yusuf. (2015). Pendidikan bagi anak dengan problema belajar. UNS Press.

Pratama, M. R., & Prasetyo, S. (2025). Strategi guru dalam memilih model pembelajaran bagi siswa slow learner di sekolah dasar inklusif. Didaktika: Jurnal Kependidikan.

Purwanti, P., Minsih, M., Desstya, A., & Prastiwi, Y. (2022). Pembelajaran tematik terintegrasi pada siswa slow learner saat pembelajaran tatap muka terbatas. Jurnal Basicedu, 6(3), 3575–3583. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2662

Rahim, F. (2011). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Bumi Aksara.

Ramadhanti, C. A., et al. (2025). Strategi efektif dalam mengajar anak ABK slow learner di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sukinah. (2018). Pendidikan anak berkebutuhan khusus. UNY Press.

Sukmadinata, N. S. (2016). Metode penelitian pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Sunardi. (2016). Pendidikan inklusif. Refika Aditama.

Sutarno NS. (2006). Perpustakaan dan masyarakat. Sagung Seto.

Sutarno NS. (2015). Manajemen perpustakaan. Sagung Seto.

Tampubolon, D. P. (2015). Kemampuan membaca: Teknik membaca efektif dan efisien. Angkasa.

Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.

Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (3rd ed.). ASCD.

Zuchdi, D. (2010). Humanisasi pendidikan. Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-08-18

How to Cite

Zunaidi, Y., & Abdul , C. S. (2026). Implementasi Program Literasi Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Berisiko Slow Learner Kelas 1 Sekolah Dasar. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 524–536. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12156

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.