Peningkatan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa dengan Hambatan Intelektual Ringan melalui Role Play berbasis Bimbingan Kelompok di SMP Inklusif

Authors

  • Tri Agustina Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Mumpuniarti Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12359

Keywords:

interaksi sosial, hambatan intelektual ringan, role play, bimbingan kelompok, sekolah inklusif

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan di jenjang sekolah menengah, dimana metode konvensional satu arah dianggap kurang tetap untuk mengakomodasi interaksi sosial yang dimiliki siswa hambatan intelektual ringan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan melalui penerapan role play berbasis bimbingan kelompok di SMP inklusif. Melalui kegiatan memainkan peran berdasarkan skenario yang berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menjalin hubungan sosial secara lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 1 Long Mesangat. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa dengan hambatan intelektual ringan yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat perkembangan kemampuan interaksi sosial siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan role play berbasis bimbingan kelompok mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan secara signifikan. Pada pra siklus siswa memiliki kemampuan interaksi sosial dengan skor 16 dan 16, sedangkan pada siklus III siswa memiliki skor 40 dan 41 dari hasil tersebut sudah terlihat peningkatan pada kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sosial. Selain itu, kegiatan role play juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan berbahasa, penambahan kosakata, serta peningkatan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, role play berbasis bimbingan kelompok dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan di sekolah inklusif.

References

Adityawarman, L. P. (2020). Peran bimbingan kelompok dalam perencanaan karir siswa. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(2), 165–177. https://doi.org/10.32585/advice.v2i2.786

Aulia, T. K., & Andaryani, E. T. (2025). Implementasi strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah dasar negeri. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(4), 4277–4281. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i4.7797

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Bandura, A. (1989). Human agency in social cognitive theory. American Psychologist, 44(9), 1175–1184. https://doi.org/10.1037/0003-066X.44.9.1175

Christiana, R., & Asri, D. N. (2026). The effectiveness of group counseling using role reversal technique to improve social skills among students in inclusive schools. Psikologi: Jurnal Ilmiah, 11(1). https://doi.org/10.33367/psi.v11i1.8930

Corey, G. (2016). Theory and practice of group counseling (10th ed.). Cengage Learning.

Farhati, A., Jundullah, M. A., & Azzuhri, M. F. S. (2023). Peran bimbingan konseling bagi anak tunagrahita dalam interaksi sosial di Sekolah Luar Biasa Pertiwi Ponorogo. Iktifak: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 1(2). https://doi.org/10.55380/iktifak.v1i2.635

Garnida, D., & Sumayyah, D. (2015). Pengantar pendidikan inklusif. Refika Aditama.

Harnin, I. S., & Damri, D. (2022). Kepedulian sosial masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus kategori C (tunagrahita). Jurnal Basicedu, 6(2), 1782–1791. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2315

Jacob, U. S., Edozie, I. S., & Pillay, J. (2022). Strategies for enhancing social skills of individuals with intellectual disability: A systematic review. Frontiers in Rehabilitation Sciences, 3, Article 968314. https://doi.org/10.3389/fresc.2022.968314

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2016). Models of teaching (9th ed.). Pearson.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2

Komalasari, K. (2017). Pembelajaran kontekstual: Konsep dan aplikasi. Refika Aditama.

Maisyaroh, S., & Astuti, A. D. (2024). Penerapan teknik role playing dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku asertif siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 14(1), 11–26. https://doi.org/10.25273/counsellia.v14i1.17730

Mulyono, A. (2021). Strategi pembelajaran konkret bagi anak berkebutuhan khusus. PT RajaGrafindo Persada.

Prayitno. (2017). Layanan bimbingan dan konseling kelompok. Universitas Negeri Padang Press.

Romlah, T. (2001). Teori dan praktik bimbingan kelompok. Universitas Negeri Malang.

Santrock, J. W. (2021). Educational psychology (7th ed.). McGraw-Hill Education.

Schoop-Kasteler, N., & Müller, C. M. (2020). Peer relationships of students with intellectual disabilities in special needs classrooms: A systematic review. Journal of Research in Special Educational Needs, 20(2), 130–145. https://doi.org/10.1111/1471-3802.12471

Subandi, S., Hasanah, I. F., Dewi, L. L., & Jannah, S. R. (2020). Implementation of group counseling and role-playing: The investigation of students social interaction improvement. Islamic Guidance and Counseling Journal, 3(1), 32–37. https://doi.org/10.25217/igcj.v3i1.613

Downloads

Published

2026-09-05

How to Cite

Agustina, T., & Mumpuniarti. (2026). Peningkatan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa dengan Hambatan Intelektual Ringan melalui Role Play berbasis Bimbingan Kelompok di SMP Inklusif. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1101–1112. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12359

Citation Check

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.