Peran Guru Meningkatkan Kosa Kata Anak Usia 4-5 Tahun di TK Sta. Maria Assumpta Kota Kupang

Authors

  • Sucianingsy Ga Riwu Ga Riwu Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Andereas Ande Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Kamelia Olga Litna Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Sartika Kale Universitas Nusa Cendana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12379

Keywords:

peran guru, kosakata, keterlambatan bicara, anak usia dini, studi kasus

Abstract

Keterlambatan bicara pada anak prasekolah kerap menghambat penguasaan kosakata sekaligus interaksi sosial di kelas, padahal guru taman kanak-kanak sering menjadi orang dewasa pertama di luar keluarga yang menghadapi kondisi tersebut setiap hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan kosakata seorang anak usia 4 sampai 5 tahun berinisial F yang mengalami keterlambatan bicara di TK Sta. Maria Assumpta Kota Kupang. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dihimpun melalui observasi nonpartisipan di kelas A1, wawancara semiterstruktur dengan guru kelas dan kepala sekolah, serta telaah dokumen berupa silabus, RPPH, modul ajar, dan foto kegiatan. Analisis mengikuti model interaktif Mile dan Huberman, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian memperlihatkan empat peran guru yang saling melengkapi. Sebagai pembimbing, guru memberi contoh pengucapan dan pendampingan individual secara bertahap. Sebagai motivator, guru memberikan pujian, pelukan, dan tepuk tangan, lalu memasangkan F dengan teman sebaya yang lebih aktif. Peran fasilitator tampak pada penyediaan kartu huruf, buku cerita bergambar, maket buah, puzzle, dan video edukatif. Adapun peran evaluator diwujudkan melalui observasi harian, catatan anekdot, dan ceklis perkembangan bahasa yang kemudian dipakai untuk merancang kegiatan minggu berikutnya. Selama periode pengamatan, F mulai mengucapkan beberapa kata sederhana seperti "belajar", "makan", dan "tolong", walaupun sebagian ujaran masih memerlukan bantuan guru. Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan keterlambatan bicara di kelas reguler menuntut pendampingan guru yang bersifat multiperan dan bertumpu pada asesmen berkelanjutan. Penelitian ini menyumbang gambaran empiris bagi guru PAUD, pengelola satuan pendidikan, dan pembuat kebijakan tentang praktik pendampingan bahasa yang dapat dijalankan di kelas sebelum maupun bersamaan dengan rujukan kepada tenaga profesional.

References

Adawiah, S., Komariah, K., & Yuliantika, W. (2024). Peran guru dalam menangani AUD yang mengalami gangguan keterlambatan berbicara (speech delay) di PAUDQU Al Falah. Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 3(1), 57–68. https://doi.org/10.62515/eduhappiness.v3i1.316

Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni mengelola data: Penerapan triangulasi teknik, sumber dan waktu pada penelitian pendidikan sosial. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 146–150.

Amini, N., & Suyadi, S. (2020). Media kartu kata bergambar dalam meningkatkan kemampuan kosakata anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 119–129. https://doi.org/10.26877/paudia.v9i2.6702

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57

Cabell, S. Q., Justice, L. M., McGinty, A. S., DeCoster, J., & Forston, L. D. (2015). Teacher–child conversations in preschool classrooms: Contributions to children's vocabulary development. Early Childhood Research Quarterly, 30, 80–92. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2014.09.004

Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Dickinson, D. K., Nesbitt, K. T., Collins, M. F., Hadley, E. B., Newman, K., Rivera, B. L., Ilgez, H., Nicolopoulou, A., Golinkoff, R. M., & Hirsh-Pasek, K. (2019). Teaching for breadth and depth of vocabulary knowledge: Learning from explicit and implicit instruction and the storybook texts. Early Childhood Research Quarterly, 47, 341–356. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2018.07.012

Ekklesia, P. S., Daud, M. A., Linarsih, A., Marmawi, M., & Yuniarni, D. (2022). Peran guru dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK Kristen Immanuel Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan Bahasa, 11(1), 52–64. https://doi.org/10.31571/bahasa.v11i1.3942

Golinkoff, R. M., Hoff, E., Rowe, M. L., Tamis-LeMonda, C. S., & Hirsh-Pasek, K. (2019). Language matters: Denying the existence of the 30-million-word gap has serious consequences. Child Development, 90(3), 985–992. https://doi.org/10.1111/cdev.13128

Hadley, E. B., Dickinson, D. K., Hirsh-Pasek, K., & Golinkoff, R. M. (2019). Building semantic networks: The impact of a vocabulary intervention on preschoolers' depth of word knowledge. Reading Research Quarterly, 54(1), 41–61. https://doi.org/10.1002/rrq.225

Hidayat, W., & Andriani, A. (2020). Pelaksanaan penilaian autentik guru pendidikan anak usia dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 88–95. https://doi.org/10.17509/cd.v11i2.24922

Husna, A., & Eliza, D. (2021). Strategi perkembangan dan indikator pencapaian bahasa reseptif dan bahasa ekspresif pada anak usia dini. Jurnal Family Education, 1(4), 38–46. https://doi.org/10.24036/jfe.v1i4.21

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Kurniawan, R., & Qomariyah, C. (2023). Penanganan peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan speech delay melalui model IPTERE di Tarbiyatul Athfal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4465–4478. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.3900

Lestari, G. D., Widodo, W., Yusuf, A., & Widyaswari, M. (2023). Implementasi komunikasi positif dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4791–4802. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4896

Mariam, M., & Rahayu, W. W. (2024). Peran guru dalam menangani anak yang mengalami gangguan keterlambatan bicara (speech delay). Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 3(2), 225–234. https://doi.org/10.62515/eduhappiness.v3i2.433

Marulis, L. M., & Neuman, S. B. (2010). The effects of vocabulary intervention on young children's word learning: A meta-analysis. Review of Educational Research, 80(3), 300–335. https://doi.org/10.3102/0034654310377087

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mulyasa, E. (2013). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Remaja Rosdakarya.

Nurhayati, N., Apriyanto, A., Ahsan, J., & Hidayah, N. (2024). Metodologi penelitian kualitatif: Teori dan praktik. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Parahita, A. D., Harras, K. A., & Nurhadi, J. (2022). Studi kasus bahasa lisan anak terlambat bicara: Kajian psikolinguistik. Jurnal Pesona, 8(1), 88–97. https://doi.org/10.52657/jp.v8i1.1651

Prihatiningsih, M. I., Apriyansyah, C., Priyanti, N., Sukatmi, S., & Ismail, M. (2025). Hubungan antara interaksi sosial, teman sebaya, dan perkembangan bahasa anak melalui play-based learning. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 2251–2262. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7508

Ramadani, N., & Harjani, H. J. (2024). Peran guru melalui metode bercerita dalam perkembangan bahasa anak. Journal of Education Research, 5(3), 3140–3147. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1354

Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

Rowe, M. L., & Snow, C. E. (2020). Analyzing input quality along three dimensions: Interactive, linguistic, and conceptual. Journal of Child Language, 47(1), 5–21. https://doi.org/10.1017/S0305000919000655

Setyowahyudi, R. (2020). Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Maria Montessori tentang pendidikan anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 17–35. https://doi.org/10.26877/paudia.v9i1.5610

Shunhaji, A., & Fadiyah, N. (2020). Efektivitas alat peraga edukatif (APE) balok dalam mengembangkan kognitif anak usia dini. Alim: Journal of Islamic Education, 2(1), 1–30. https://doi.org/10.51275/alim.v2i1.157

Siregar, A. O., & Hazizah, N. (2019). Studi kasus keterlambatan bicara anak usia 6 tahun di taman kanak-kanak. Aulad: Journal on Early Childhood, 2(2), 22–27. https://doi.org/10.31004/aulad.v2i2.31

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sum, A., & Adam, G. (2023). Metode guru dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Golo Jambu Narang. Jurnal Lonto Leok Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1–7. https://doi.org/10.36928/jllpaud.v5i2.1399

Syamsiyah, L., & Diana, D. (2022). Efektivitas media fuzzy felt untuk meningkatkan kosakata anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 2700–2710. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.1421

Şimşek, E. E., & Şimşek, B. (2025). Technology-assisted vocabulary learning for preschool children: A meta-analysis. Computer Assisted Language Learning. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/09588221.2025.2507181

van de Pol, J., Volman, M., & Beishuizen, J. (2010). Scaffolding in teacher–student interaction: A decade of research. Educational Psychology Review, 22(3), 271–296. https://doi.org/10.1007/s10648-010-9127-6

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wardani, I. K., Nugroho, A. C., Sabekti, M., Sutopo, A., & Anif, S. (2024). Kepemimpinan berbasis Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara "Ing Ngarso Sun Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani" untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 2491–2502. https://doi.org/10.58230/27454312.645

Wasik, B. A., Hindman, A. H., & Snell, E. K. (2016). Book reading and vocabulary development: A systematic review. Early Childhood Research Quarterly, 37, 39–57. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2016.04.003

Wina, Musi, M. A., Rusmayadi, Kurnia R., R., & Dzulfadhilah, F. (2023). Pengaruh penggunaan media audio visual menggunakan video animasi untuk meningkatkan kosakata di Taman Kanak-Kanak Pusat Padu Lino. Anakta: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.35905/anakta.v2i1.6480

Yang, N., Shi, J., Lu, J., & Huang, Y. (2021). Language development in early childhood: Quality of teacher-child interaction and children's receptive vocabulary competency. Frontiers in Psychology, 12, Article 649680. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.649680

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-10-02

How to Cite

Ga Riwu, S. G. R., Ande, A., Litna, K. O., & Kale, S. (2026). Peran Guru Meningkatkan Kosa Kata Anak Usia 4-5 Tahun di TK Sta. Maria Assumpta Kota Kupang. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 9(2), 1326–1336. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12379

Citation Check