Inside Out 2: Nilai Edukasi Sosio-Emosional sebagai Panduan Kontekstual Pembelajaran Afektif Anak Usia Dini

Authors

  • Dian Pramita Universitas Ivet, Indonesia
  • Dewi Nugrahastuti Wirahno Universitas Ivet, Indonesia
  • Atika Zahra Furi Universitas Ivet, Indonesia
  • Budi Dyah Lestari Universitas Ivet, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12502

Keywords:

analisis konten, pembelajaran afektif, perkembangan sosio emosional, anak usia dini, film animasi

Abstract

Perkembangan sosio emosional adalah awalan yang penting dalam pendidikan anak usia dini yang menentukan kesiapan belajar dan psikologis kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa nilai-nilai sosia emosional yang ada di dalam film animasi Inside Out 2 sebagai panduan kontekstuan pembelajaran afektik tidak hanya bagi guru Pendidikan Usia Dini (PAUD) tetapi juga orang tua. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskripstif dengan analisis konten terhadap adegan visual, perilaku karakter dan dialog dalam film. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi struktural dan dokumentasi sistematis, sedangkan analisis data disajikan dalam bentuk naratif dan kesimpulan. Hasil penelitian dalam film Inside Out 2 menemukan 3 (Tiga) temuan utama; (1) repesentasi visual karakter Anxiety (kecemasan), Embarrassment (rasa malu), Ennui (rasa jenuh/apatis), dan Envy (kecemburuan) yang secara akurat menggambarkan kompleksitas emosi yang dialami anak pada masa transisi akhir usia dini; (2) adanya mekanisme regulasi dini dan pembentukan keyakinan Riley (tokoh utama) dalam menggambarkan proses integrasi identitas emosional yang selaras dengan teori perkembangan psikososial Erik Erikson, (3) metafor karakter dalam film dapat ditransformasikan menjadi strategi pedagogis nyata seperti aktivitas menggambar emosi, cerita interaktif, dan pengecekan emosi harian yang dituangkan dalam bentuk pemberian stiker. Dampak penelitian ini menegaskan bahwa media audivisual seperti film Inside Out 2 dapat menjadi acuan informasl dalam pembekajaran afektif anak usia dini.

References

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.

Cahyadi, R. (2022). Analisis isi pesan moral dan emosional dalam film animasi modern untuk anak. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 6(1), 78–92. https://doi.org/10.32585/jkp.v6i1.2154

Erikson, E. H. (1993). Childhood and society. W. W. Norton & Company.

Fadlillah, M. (2021). Strategi pengembangan kompetensi afektif dalam kurikulum PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(3), 2410–2422. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i3.1122

Goleman, D. (2020). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ (25th anniversary ed.). Bloomsbury Publishing.

Haryanto, B., & Lestari, S. (2023). Pemanfaatan media audiovisual dalam pembelajaran afektif di lembaga PAUD. Jurnal Pelita PAUD, 7(2), 145–158. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v7i2.2341

Kartika, D., & Wibowo, A. (2022). Peran orang tua dalam stimulasi kecerdasan emosional anak usia dini di era disrupsi. Jurnal Golden Age, 6(2), 105–118. https://doi.org/10.29406/ga.v6i2.3512

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Latif, M., Zubaidah, R., & Turadjin, M. (2021). Pembelajaran afektif dan pembentukan karakter anak usia dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15(1), 89–104. https://doi.org/10.21009/JPUD.151.07

Mahyuddin, M. (2019). Perkembangan sosial emosional anak usia dini dalam perspektif Islam dan psikologi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 112–125. https://doi.org/10.31004/jpaud.v3i2.45

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Mursid, M. (2020). Paradigma pendidikan anak usia dini di era digital. Jurnal Golden Age, 4(1), 45–58. https://doi.org/10.29406/ga.v4i1.1982

Myers, D. G., & Twenge, J. M. (2021). Social psychology (14th ed.). McGraw-Hill Education.

Pohan, S. (2020). Tantangan holistik dalam pembelajaran anak usia dini kontemporer. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 560–571. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.412

Prasetyo, E., & Kurniawan, D. (2023). Analisis konten pesan edukatif dalam film animasi komersial modern. Jurnal Kajian Komunikasi, 11(1), 45–60. https://doi.org/10.24198/jkk.v11i1.41253

Rahmawati, D., & Susanto, A. (2023). Integrasi nilai afektif dalam kurikulum pendidikan anak usia dini berbasis media digital. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 67–80. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3890

Riana, R. (2022). Kesulitan regulasi emosi pada anak usia dini yang unggul secara akademik. Jurnal Tunas Cendekia, 9(1), 33–45. https://doi.org/10.32042/tc.v9i1.1234

Santrock, J. W. (2020). Life-span development (18th ed.). McGraw-Hill Education.

Sari, P. N., & Widiyawati, Y. (2022). Perilaku prososial dan regulasi emosi anak usia dini melalui media audiovisual. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4500–4510. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2890

Steinberg, L. (2014). Age of opportunity: Lessons from the new science of adolescence. Houghton Mifflin Harcourt.

Thompson, R. A. (2015). Socialization of emotion and emotion regulation in the family. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of emotion regulation (2nd ed., pp. 173–186). The Guilford Press.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

Pramita, D., Nugrahastuti Wirahno, D., Zahra Furi, A., & Dyah Lestari, B. (2026). Inside Out 2: Nilai Edukasi Sosio-Emosional sebagai Panduan Kontekstual Pembelajaran Afektif Anak Usia Dini. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1113–1122. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12502

Citation Check

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.