Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Multisensori Pada Siswa Kesulitan Belajar

Authors

  • Selmi Deri Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Pujaningsih Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12354

Keywords:

kemampuan membaca permulaan, multisensori, kesulitan belajar

Abstract

Kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar membutuhkan penanganan yang cukup intensif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan dengan metode multisensori pada siswa kesulitan belajar siswa kelas II di salah satu SD Negeri Sangatta Utara Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadopsi model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dibagi menjadi 2 siklus. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa kesulitan belajar kelas II. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes, panduan observasi partisipasi siswa, dan observasi kegiatan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan persentase. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode multisensori dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar kelas II sekolah dasar. Peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 40%, kemampuan awal 20% menjadi 60%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan tindakan pemilihan gambar pada kartu kata dengan gambar konkret atau nyata, menelusuri huruf, dan kata yang familiar bagi siswa. Berdasarkan hasil refleksi siklus I, subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan meskipun masih memerlukan bantuan. Hasil siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan. Peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 75%, kemampuan awal 20% menjadi 95%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan memberikan perbaikan berupa pemberian pengulangan 2-3 kali, penegasan kontrak belajar dan perubahan setting pemberian kartu huruf. Hasil siklus II memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sebesar 80%.

References

Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Asmonah, S. (2019). Meningkatkan kemampuan membaca permulaan menggunakan model direct instruction berbantuan media kartu kata bergambar. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 29–37. https://doi.org/10.21831/jpa.v8i1.26682

Falzon, R., Collin, C., & Muscat, C. (2011). Structured multisensory techniques in reading and learning patterns: Some considerations. Universitas Tarraconensis: Revista de Ciències de l’Educació, 51–71.

Hapsari, E. D. (2019). Penerapan membaca permulaan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 20(1), 10–24. https://doi.org/10.23960/aksara/v20i1.pp10-24

Hasanah, A., & Lena, M. S. (2021). Analisis kemampuan membaca permulaan dan kesulitan yang dihadapi siswa sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 3296–3307. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i5.526

Munthe, A. P., & Sitinjak, J. V. (2019). Manfaat serta kendala menerapkan flashcard pada pelajaran membaca permulaan. Jurnal Dinamika Pendidikan, 11(3), 210–228. https://doi.org/10.51212/jdp.v11i3.892

Neitzel, J., & Wolery, M. (2009). Steps for implementation: Least-to-most prompts. National Professional Development Center on Autism Spectrum Disorders, Frank Porter Graham Child Development Institute, University of North Carolina.

Pratiwi, I. M., & Ariawan, V. A. (2017). Analisis kesulitan siswa dalam membaca permulaan di kelas satu sekolah dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 67–76.

Pridasari, F., & Anafiah, S. (2020). Analisis kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I di SDN Gemangan Yogyakarta. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 6(2), 432–439.

Ritonga, S., & Rambe, R. N. (2022). Penggunaan media big book dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas rendah sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(4). https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3129

Rizkina. (2016). Analisis kesulitan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Bangunrejo 2 Kricak Tegalrejo Yogyakarta.

Slavin, R. E., Lake, C., & Davis, S. R. (2011). Effective programs for struggling readers: A best-evidence synthesis. Educational Research Review, 6(1), 1–26.

Wulandari, N. A. (2018). Keefektifan metode global berbantu media Kalbar untuk meningkatkan kemampuan MMP (membaca menulis permulaan) siswa kelas I SDN Wiroto. Jurnal Handayani, 9(1), 134–148.

Downloads

Published

2026-09-04

How to Cite

Deri, S., & Pujaningsih. (2026). Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Multisensori Pada Siswa Kesulitan Belajar. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1037–1049. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12354

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)