Peningkatan Akurasi Membaca Kata Berpola KVKV Melalui Metode Multisensori Berbasis Media Kontekstual pada Siswa dengan Hambatan Low Vision

Authors

  • Sri Hastuti Handayani Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Pujaningsih Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12357

Keywords:

akurasi membaca, kata KVKV, low vision, metode multisensori, media kontekstual

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akurasi membaca kata berpola konsonan-vokal-konsonan-vokal (KVKV) pada seorang siswa berinisial AR kelas II Sekolah Dasar Inklusi (SDI) dengan hambatan low vision. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akurasi membaca kata berpola KVKV melalui metode multisensori berbasis media kontekstual yang disesuaikan dengan kebutuhan akses visual siswa. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tindakan menerapkan pendekatan Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile (VAKT) melalui kegiatan mengamati huruf dan kata berukuran besar dengan kontras tinggi, menyimak dan mengucapkan bunyi huruf, menelusuri huruf bertekstur, menyusun suku kata, serta membaca kata yang dekat dengan pengalaman siswa. Media yang digunakan meliputi kartu huruf bergambar, papan kata bertekstur, dan flashcard kata bergambar kontekstual. Data dikumpulkan melalui tes akurasi membaca dan observasi keterlaksanaan tindakan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi membaca meningkat dari 40% (24/60) pada prasiklus menjadi 65% (39/60) pada Siklus I dan 85% (51/60) pada Siklus II. Pemahaman makna kata meningkat dari 20% menjadi 45% dan 70%, sedangkan proporsi kata yang dibaca benar secara mandiri meningkat dari 30% menjadi 50% dan 77%. Keterlaksanaan tindakan juga meningkat dari 86% menjadi 100%. Dengan demikian, metode multisensori berbasis media kontekstual efektif meningkatkan akurasi membaca kata berpola KVKV pada siswa dengan hambatan low vision.

References

Al Otaiba, S., & Fuchs, D. (2002). Characteristics of children who are unresponsive to early literacy intervention: A review of the literature. Remedial and Special Education, 23(5), 300–316. https://doi.org/10.1177/07419325020230050501

Corn, A. L., & Koenig, A. J. (2002). Literacy for students with low vision: A framework for delivering instruction. Journal of Visual Impairment & Blindness, 96(5), 305–321. https://doi.org/10.1177/0145482X0209600503

Corn, A. L., Wall, R. S., Jose, R. T., Bell, J. K., Wilcox, K., & Perez, A. (2002). An initial study of reading and comprehension rates for students who received optical devices. Journal of Visual Impairment & Blindness, 96(5), 322–334. https://doi.org/10.1177/0145482x0209600504

Dewi, S. U. S. (2015). Pengaruh metode multisensori dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak kelas awal sekolah dasar. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 2(1), 1–13.

Ehri, L. C. (2014). Orthographic mapping in the acquisition of sight word reading, spelling memory, and vocabulary learning. Scientific Studies of Reading, 18(1), 5–21. https://doi.org/10.1080/10888438.2013.819356

Gersten, R., Fuchs, L. S., Compton, D., Coyne, M., Greenwood, C., & Innocenti, M. S. (2005). Quality indicators for group experimental and quasi-experimental research in special education. Exceptional Children, 71(2), 149–164. https://doi.org/10.1177/001440290507100202

Herliana, S., & Anugraheni, I. (2020). Pengembangan media pembelajaran kereta membaca berbasis contextual learning siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 314–326. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i2.346

Heward, W. L. (2013). Exceptional children: An introduction to special education (10th ed.). Pearson Education.

Hidayat, A. A., & Suwandi, A. (2013). Pendidikan anak berkebutuhan khusus tunanetra. PT Luxima Metro Media.

Johnson, E. B. (2007). Contextual teaching and learning: Menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikkan dan bermakna. MLC.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.

Koenig, A. J., & Holbrook, M. C. (2000). Ensuring high-quality instruction for students in braille literacy programs. Journal of Visual Impairment & Blindness, 94(11), 677–694. https://doi.org/10.1177/0145482X0009401102

Legge, G. E., Ross, J. A., Luebker, A., & LaMay, J. M. (1989). Psychophysics of reading. VIII. The Minnesota low-vision reading test. Optometry and Vision Science, 66(12), 843–853. https://doi.org/10.1097/00006324-198912000-00008

Pertiwi, E. N. (2016). Efektivitas penerapan metode multisensori terhadap kemampuan membaca permulaan tulisan awas siswa low vision [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta].

Rahim, F. (2008). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Bumi Aksara.

Ratnasari, R., & Ehan, E. (2017). Pengaruh metode Fernald terhadap kemampuan membaca permulaan huruf awas peserta didik low vision. JASSI ANAKKU, 18(1), 8–12.

Ritchey, K. D., & Goeke, J. L. (2006). Orton-Gillingham and Orton-Gillingham-based reading instruction: A review of the literature. The Journal of Special Education, 40(3), 171–183. https://doi.org/10.1177/00224669060400030501

Torgesen, J. K. (2000). Individual differences in response to early interventions in reading: The lingering problem of treatment resisters. Learning Disabilities Research & Practice, 15(1), 55–64. https://doi.org/10.1207/SLDRP1501_6

Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: Konsep, landasan, dan implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kencana Prenada Media Group.

Vaughn, S., Gersten, R., & Chard, D. J. (2000). The underlying message in LD intervention research: Findings from research syntheses. Exceptional Children, 67(1), 99–114. https://doi.org/10.1177/001440290006700107

Wanzek, J., & Vaughn, S. (2007). Research-based implications from extensive early reading interventions. School Psychology Review, 36(4), 541–561. https://doi.org/10.1080/02796015.2007.12087917

Downloads

Published

2026-09-05

How to Cite

Handayani, S. H., & Pujaningsih. (2026). Peningkatan Akurasi Membaca Kata Berpola KVKV Melalui Metode Multisensori Berbasis Media Kontekstual pada Siswa dengan Hambatan Low Vision. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1063–1077. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12357

Citation Check

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)