Penerapan Squid Game untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Kelompok A di TK Melati

Authors

  • Nurul Ain Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia
  • Tri Ayu Lestari Natsir Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia https://orcid.org/0009-0001-5557-228X
  • Novita Ashari Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia
  • Tadzkirah Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v10i1.12906

Keywords:

motorik kasar, Squid Game, lampu merah lampu hijau, penelitian tindakan kelas

Abstract

Kemampuan motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, terutama dalam mendukung keseimbangan dan koordinasi gerak. Observasi awal di TK Melati menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan berlari dan melompat secara terkoordinasi, sementara variasi media pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak Kelompok A melalui penerapan Squid Games versi anak. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas empat pertemuan. Tindakan dilakukan melalui permainan engklek geometri pada Siklus I dan permainan lampu merah, lampu hijau pada Siklus II. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok A di TK Melati, Kota Parepare. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap lima indikator kemampuan motorik kasar dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif berdasarkan frekuensi dan persentase kategori Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada tahap Pra-Siklus, dari 75 hasil pengamatan, sebanyak 30,67% berada pada kategori BB, 42,67% pada MB, 26,67% pada BSH, dan 0% pada BSB. Pada Siklus I, kategori BB sebesar 29,33%, MB sebesar 49,33%, BSH sebesar 21,33%, dan BSB sebesar 0%. Pada Siklus II, kategori BB dan MB menjadi 0%, sedangkan BSH mencapai 32% dan BSB sebesar 68%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan capaian kemampuan motorik kasar anak dari Pra-Siklus hingga Siklus II setelah penerapan Squid Games versi anak. Penelitian ini memberikan alternatif kegiatan bermain bagi guru pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangan motorik kasar.

References

Aissanti, M., Marsya, U., & Faladhin, J. (2023). Konstruksi realitas budaya permainan tradisional dalam series “Squid Game”. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 5(2), 165–178. https://doi.org/10.24014/jrmdk.v5i2.24744

Damayanti, E., & Nasrul, M. A. (2020). Capaian perkembangan fisik motorik dan stimulasinya pada anak usia 3–4 tahun. Aṣ-ṣibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 67–80.

Delia, A. S., & Yeni, I. (2020). Rancangan tari kreasi terhadap perkembangan motorik kasar anak usia dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1071–1079. https://doi.org/10.31004/jptam.v4i2.570

Dewi, D. S., Nurjaman, I., & Fitria, E. (2024). Peningkatan motorik kasar anak usia dini usia 4–5 tahun melalui kegiatan senam irama. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 13(2), 289–302. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i2.776

Halifah, S., & Palintan, A. T. A. (2020). Bermain dan permainan untuk anak usia dini. Dirah.

Hernanda, A. S., Shaumi, N. F., Sawalianti, A., & Noviyani, L. (2023). Pengembangan keterampilan motorik kasar pada anak melalui permainan Squid Game di TK Sejahtera Cigugur. Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 2(2), 162–170. https://doi.org/10.62515/eduhappiness.v2i2.208

Kaoci, W., Taib, B., & Ummah, D. M. (2021). Perkembangan fisik motorik kasar anak melalui permainan tradisional “jalan tempurung”. Jurnal Ilmiah Cahaya PAUD, 3(1), 11–22. https://doi.org/10.33387/cahayapd.v3i1.2129

Kurnia, A. T., Riffiana, T., Tabrani, K. A., Aulia, S., Amanda, D. D., & Wahyuni, D. (2024). Peran perkembangan motorik pada anak usia dini. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(4), 1633–1640. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i4.3857

Masruroh, S., & Aulina, C. N. (2024). Peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun melalui fun games di KB Permata Sunnah Sidoarjo. Journal of Education Research, 5(4), 4790–4798. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1677

Mustikhatul, A., Wulandari, D., Putri, F. A., Khotijah, S., Sulistiawati, S., & Ariyanti, W. (2025). Perkembangan pada anak menurut Santrock. Early Childhood Journal, 3(2), 88–101. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4856

Nasution, F., Ningsih, K. P., Nasution, T. M. S., & Dewi, D. K. (2023). Psikologi perkembangan anak usia dini. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 2(1), 117–126.

Natsir, T. A. L., Ashari, N., Saifuddin, H., Amiruddin, Dilla, S. H., & Nurzhafirah. (2025). Traditional game-based independent curriculum learning tools in early childhood education institutions. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 13(2), 364–374. https://doi.org/10.23887/paud.v13i2.85991

Natsir, T. A. L. (2022). Pengembangan alat permainan edukatif anak usia dini: Sebuah kajian teori dan praktik. IAIN Parepare Nusantara Press. https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/4789/

Payadnya, I. P. A. A., Hermawan, I. M. S., Wedasuwari, I. A. M., Rulianto, & Jayantika, I. G. A. N. T. (2022). Panduan lengkap penelitian tindakan kelas (PTK). Deepublish.

Purwanto, D., Agusniatih, A., Fitriana, & Fahrizal. (2023). Penerapan permainan tradisional bakiak dalam meningkatkan motorik kasar anak usia dini: Studi kasus di TK Al-Khairaat Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 5045–5051. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4922

Putri, E. N., Farida, N. A., & Ridwan, D. (2024). Pengaruh penerapan modifikasi permainan Roblox Mosar terhadap perkembangan motorik kasar anak. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Special Edition: Araksa I, 506–520. https://doi.org/10.19105/kiddo.v1i1.12765

Rahman, T., Sumardi, & Cahyani, D. D. (2020). Profil kemampuan motorik kasar anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 2(2), 143–151.

Ramli, A., & Rahman, Z. S. A. (2025). The soft power of South Korea: Analysing the global impact of Squid Game (2021). International Journal of Creative Future and Heritage (TENIAT), 13(2), 57–70. https://doi.org/10.47252/teniat.v13i2.1410

Rohayanti, R., Astuti, F. P., & Madyawati, L. (2023). Motorik kasar, motorik halus, dan IMT pada anak usia 4–5 tahun. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(3), 322–328. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i3.516

Royani, I., Anggraini, H., & Wijayanti, R. (2021). Pengembangan video senam ritmik untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia 4–5 tahun. Lucerna: Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran, 1(2), 42–48. https://doi.org/10.56393/lucerna.v1i2.560

Talango, S. R. (2020). Konsep perkembangan anak usia dini. ECIE Journal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 93–107.

Tangse, U. H. M., & Dimyati. (2022). Permainan estafet untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 9–16. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1166

Wahyuningtyas, D. P., & Noer, R. K. P. (2024). Relevansi permainan tradisional dalam film Squid Game terhadap perilaku sosial anak usia dini. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 291–304. https://doi.org/10.37329/cetta.v7i1.2620

Yulianty, P. (2023). Peningkatan keterampilan motorik kasar melalui permainan tradisional kucing dan tikus: Penelitian tindakan di kelompok B TK Cifor Ceria Depok. Jurnal Anak Bangsa, 2(1). https://doi.org/10.46306/jas.v2i1.26

Zubair, M. K. (2020). Penulisan karya tulis ilmiah berbasis teknologi informasi.

Downloads

Published

2026-11-05

How to Cite

Ain, N., Natsir, T. A. L., Ashari, N., & Tadzkirah. (2026). Penerapan Squid Game untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Kelompok A di TK Melati. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 77–89. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v10i1.12906

Citation Check

Similar Articles

<< < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.