Menempel, Menggeser, Bercerita: Dinamika Proses Kreatif Anak Usia Dini Dalam Mengontruksi Alur Narasi Melalui Media Flanel

Authors

  • Solikah Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora, Indonesia
  • Solikin Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12625

Keywords:

Kreatif Anak Usia Dini, Alur Narasi, Media Flanel

Abstract

Kemampuan bercerita merupakan fondasi penting bagi perkembangan literasi awal anak usia dini. Media papan flanel telah lama digunakan di taman kanak-kanak, tetapi penelitian yang ada umumnya berfokus pada hasil akhir berupa peningkatan skor kemampuan berbicara, bukan pada proses anak mengonstruksi narasi melalui manipulasi objek fisik. Padahal, gambar pada papan flanel dapat ditempel, dilepas, dan digeser sehingga tindakan fisik tersebut berpotensi berfungsi sebagai tindakan kognitif dan semiotik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika proses kreatif anak usia 5–6 tahun dalam mengonstruksi alur narasi menggunakan media flanel, dengan fokus pada tindakan menempel, menggeser, dan bercerita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental di TK Pertiwi II Kembang Melati Blora, melibatkan 10 anak, guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, perekaman video dua sudut kamera, dan catatan lapangan selama enam sesi bercerita, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, menempel berfungsi sebagai strategi “berpikir dengan tangan”: penempatan gambar memengaruhi arah narasi dan tuturan muncul sebagai respons terhadap konfigurasi visual. Kedua, menggeser merepresentasikan revisi naratif spontan, yakni anak mengubah urutan peristiwa atau relasi antartokoh tanpa merumuskannya secara verbal terlebih dahulu. Ketiga, bercerita terjalin secara dialektis dengan manipulasi fisik; jeda dan keheningan menjadi momen transisi antarmodus. Temuan ini menegaskan bahwa media flanel merupakan ruang konstruksi naratif yang memungkinkan anak mengekspresikan agensi kreatifnya. Penelitian ini berkontribusi pada teori literasi multimodal dan konstruksionisme serta menyarankan guru menyediakan beragam gambar flanel, memberi ruang bagi anak untuk memanipulasi sendiri, dan menahan diri dari mengoreksi “kesalahan” urutan cerita.

References

Andriani, F., Herlinda, H., Nursalim, N., Akmal, A., & Sardila, V. (2024). Peran cerita bergambar dalam mengasah kemampuan bahasa anak usia dini: Perspektif kajian cerita anak. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 3(4), 224–230. https://doi.org/10.58192/populer.v3i4.2823

Angkur, M. F. M., & Bajung, E. (2023). Improvement of expressive language ability of 5–6 years old children through story-telling using flannel board. International Journal of Emerging Issues in Early Childhood Education, 5(1), 35–41. https://doi.org/10.33830/ijeiece.v5i1.1584

Baxter, P., & Jack, S. (2008). Qualitative case study methodology: Study design and implementation for novice researchers. The Qualitative Report, 13(4), 544–559. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2008.1573

Brooks, M. (2009). Drawing, visualisation and young children’s exploration of “big ideas.” International Journal of Science Education, 31(3), 319–341. https://doi.org/10.1080/09500690802595771

Chahyani, I. N., & Istiyani, D. (2025). Stimulasi keterampilan sensorik pada anak usia dini melalui media 3 dimensi diorama tentang kisah Nabi Ibrahim AS. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(2), 527–541. https://doi.org/10.19105/kiddo.v6i2.17258

Cremin, T., Flewitt, R., Swann, J., Faulkner, D., & Kucirkova, N. (2018). Storytelling and story-acting: Co-construction in action. Journal of Early Childhood Research, 16(1), 3–17. https://doi.org/10.1177/1476718X17750205

Diputera, A. M., Zulpan, & Eza, G. N. (2024). Memahami konsep pendekatan deep learning dalam pembelajaran anak usia dini yang meaningful, mindful, dan joyful: Kajian melalui filsafat pendidikan. Jurnal Bunga Rampai Usia Emas, 10(2), 108–120. https://doi.org/10.24114/jbrue.v10i2.65978

Flewitt, R. (2011). Bringing ethnography to a multimodal investigation of early literacy in a digital age. Qualitative Research, 11(3), 293–310. https://doi.org/10.1177/1468794111399838

Glenberg, A. M. (2010). Embodiment as a unifying perspective for psychology. Wiley Interdisciplinary Reviews: Cognitive Science, 1(4), 586–596. https://doi.org/10.1002/wcs.55

Glenberg, A. M., Gutierrez, T., Levin, J. R., Japuntich, S., & Kaschak, M. P. (2004). Activity and imagined activity can enhance young children’s reading comprehension. Journal of Educational Psychology, 96(3), 424–436. https://doi.org/10.1037/0022-0663.96.3.424

Goldin-Meadow, S., & Alibali, M. W. (2013). Gesture’s role in speaking, learning, and creating language. Annual Review of Psychology, 64, 257–283. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-113011-143802

Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi (Sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21–46. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Isbell, R., Sobol, J., Lindauer, L., & Lowrance, A. (2004). The effects of storytelling and story reading on the oral language complexity and story comprehension of young children. Early Childhood Education Journal, 32(3), 157–163. https://doi.org/10.1023/B:ECEJ.0000048967.94189.a3

Kim, H., Sefcik, J. S., & Bradway, C. (2017). Characteristics of qualitative descriptive studies: A systematic review. Research in Nursing & Health, 40(1), 23–42. https://doi.org/10.1002/nur.21768

Kusayang, T., Rasidin, M., & Oktaviana, W. (2023). Penggunaan media flannel board dalam mengembangkan kemampuan mengenal huruf pada anak. Jurnal Muara Pendidikan, 8(2), 446–453. https://doi.org/10.52060/mp.v8i2.1508

Lenhart, J., Lenhard, W., Vaahtoranta, E., & Suggate, S. (2020). More than words: Narrator engagement during storytelling increases children’s word learning, story comprehension, and on-task behavior. Early Childhood Research Quarterly, 51, 338–351. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2019.12.009

Manches, A., & O’Malley, C. (2012). Tangibles for learning: A representational analysis of physical manipulation. Personal and Ubiquitous Computing, 16(4), 405–419. https://doi.org/10.1007/s00779-011-0406-0

Nicolopoulou, A., Cortina, K. S., Ilgaz, H., Cates, C. B., & de Sá, A. B. (2015). Using a narrative- and play-based activity to promote low-income preschoolers’ oral language, emergent literacy, and social competence. Early Childhood Research Quarterly, 31, 147–162. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2015.01.006

Qomariah, N., Rahmah, S., & Zetalianti, Z. (2022). Penggunaan media flanel board dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia anak usia 5–6 tahun di PAUD Az-Zakyyah Desa Kace. Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, 8(1). https://doi.org/10.32923/edugama.v8i1.2467

Qomaruddin, & Sa’diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93

Rowe, M. B. (1986). Wait time: Slowing down may be a way of speeding up! Journal of Teacher Education, 37(1), 43–50. https://doi.org/10.1177/002248718603700110

Skulmowski, A., & Rey, G. D. (2018). Embodied learning: Introducing a taxonomy based on bodily engagement and task integration. Cognitive Research: Principles and Implications, 3, Article 6. https://doi.org/10.1186/s41235-018-0092-9

Sylla, C., Coutinho, C., Branco, P., & Müller, W. (2015). Investigating the use of digital manipulatives for storytelling in pre-school. International Journal of Child-Computer Interaction, 6, 39–48. https://doi.org/10.1016/j.ijcci.2015.10.001

Wana, A. W. R., Mustikasari, R., & Lestari, E. (2025). Efektivitas media flannel boards terhadap kemampuan berbicara anak TK Kemala Bhayangkari 61 Pulung. Mentari: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 49–57. https://doi.org/10.60155/mentari.v5i2.805

Wessel-Powell, C., Kargin, T., & Wohlwend, K. E. (2016). Enriching and assessing young children’s multimodal storytelling. The Reading Teacher, 70(2), 167–178. https://doi.org/10.1002/trtr.1491

Wohlwend, K. E. (2009). Damsels in discourse: Girls consuming and producing identity texts through Disney princess play. Reading Research Quarterly, 44(1), 57–83. https://doi.org/10.1598/RRQ.44.1.3

Downloads

Published

2026-11-06

How to Cite

Solikah, & Solikin. (2026). Menempel, Menggeser, Bercerita: Dinamika Proses Kreatif Anak Usia Dini Dalam Mengontruksi Alur Narasi Melalui Media Flanel. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1607–1617. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12625

Citation Check

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)