Mengembangkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia 5–6 Tahun melalui Tari Sembah di TK Thoyyibah Bandar Lampung

Authors

  • Rahmadhania Alya Syafitri UIN Raden Intan Lampung, Indonesia
  • Neni Mulya UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12853

Keywords:

anak usia dini, sosial-emosional, Tari Sembah, penelitian tindakan kelas, budaya lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan perkembangan kemampuan sosial emosional anak usia 5–6 tahun yang diikuti pelaksanaan kegiatan Tari Sembah di TK Thoyyibah Way Dadi Baru, Sukarame, Bandar Lampung. Penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing enam pertemuan, pada 15 anak kelompok B (8 perempuan, 7 laki-laki). Data dikumpulkan melalui lembar observasi lima aspek (percaya diri, kerja sama, empati, disiplin, dan pengendalian emosi; skor 1–4), observasi kegiatan guru, catatan lapangan, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan indikator keberhasilan 75% anak mencapai kategori BSH/BSB pada setiap aspek dan pada rata-rata seluruh aspek. Perbaikan pada Siklus II berupa gerakan yang dipecah menjadi urutan lebih pendek, giliran tampil yang lebih jelas, apresiasi yang lebih spesifik, contoh perilaku membantu teman, serta latihan berpasangan dan kesempatan mengulang gerakan secara mandiri. Persentase anak BSH/BSB naik dari 9,3% pada prasiklus menjadi 42,7% pada Siklus I dan 88,0% pada Siklus II, dengan rata-rata skor 1,81; 2,43; dan 2,96. Kerja sama dan disiplin (100%), percaya diri (86,7%), dan pengendalian emosi (80,0%) melampaui target, sedangkan empati (73,3%) kurang satu anak dari target sehingga indikator keberhasilan belum tercapai sepenuhnya. Peningkatan ini terjadi seiring pelaksanaan Tari Sembah sebagai kegiatan berbasis budaya lokal, tetapi belum dapat dipastikan berasal dari tindakan semata karena penelitian tidak memiliki kelompok pembanding. Empati dan pengendalian emosi perlu tindak lanjut.

References

Alim, M. L., Syamsudin, A., Rizka, N., & Joni, J. (2024). Rekonstruksi kurikulum pendidikan anak usia dini berbasis keagamaan dan budaya lokal. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 2192–2196. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1628

Arbi, A., Adelina, A., Asiah, A., Hairunnisa, A., Fitri, A., Harvira, B. M., Cahayati, C., & Alim, M. L. (2025). Peran sejarah dan budaya Melayu dalam membangun identitas anak sejak dini. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 6172–6178. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1056

Aty, M., Darmiyati, & Syaifuddin, A. R. (2022). Implementasi seni tari Ronggeng Paser terhadap perkembangan sosial emosional AUD. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(10), 15856–15866. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i10.9893

Borowski, T. G. (2021). How dance promotes the development of social and emotional competence. Arts Education Policy Review, 124(3), 157–170. https://doi.org/10.1080/10632913.2021.1961109

Daryanti, F., Mustika, I. W., Rahayuningtyas, W., & Mustofa, H. A. (2025). The role of traditional dance education in children’s learning: A systematic literature review. Journal of Curriculum Studies Research, 7(2), 140–154. https://doi.org/10.46303/jcsr.2025.15

Defaza, A., & Vitaloka, W. (2025). Rahasia keberhasilan sosial emosional anak: Keluarga sebagai faktor kunci. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 8(1), 111–123. https://doi.org/10.25299/ge.2025.vol8(1).21209

Denham, S. A., & Burton, R. (2003). Social and emotional prevention and intervention programming for preschoolers. Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-0055-1

Djibran, F., & Pamungkas, J. (2023). Pembelajaran tari tradisional untuk stimulasi aspek perkembangan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 876–886. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.4167

Gillanders, C., Casal-de-la-Fuente, L., Eirín-Nemiña, R., & Candisano Mera, J. A. (2026). Dance and body-related concepts in early childhood education: A review of Spanish curriculum guidelines. Journal of Dance Education, 26(1), 48–60. https://doi.org/10.1080/15290824.2024.2447558

Ibrahim, S. M., Antahari, B. A., Hasan, M., Mahmud, N., Dindayasnatia, D., Ilahude, N., Mahyun, F., & Mannassai, A. F. (2026). Analisis kebutuhan pengembangan sosial emosional anak usia dini di era digital. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4). https://doi.org/10.63822/0fb43z72

Ismawati, I., & Patilima, H. (2024). Peningkatan pemahaman terhadap pencegahan kekerasan melalui Tari Aasraya pada anak usia dini di RA Addarojah. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(3). https://doi.org/10.30605/jsgp.7.3.2024.4594

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (3rd ed.). Deakin University Press.

Kurnia, A., Iffah, I., Wahidi, R., Selpiyana, D., & Oviensy, V. (2025). Peran lingkungan belajar dalam pengembangan sosial-emosional anak usia dini: Telaah sistematis berbasis metode Kurikulum Merdeka. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 6(1), 24–35. https://doi.org/10.46773/alathfal.v6i1.1662

Kurniati, A., & Wahira, W. (2024). Pengembangan model manajemen kurikulum pendidikan anak usia dini berbasis kearifan lokal budaya Buton. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1252–1264. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i2.1015

Lobo, Y. B., & Winsler, A. (2006). The effects of a creative dance and movement program on the social competence of Head Start preschoolers. Social Development, 15(3), 501–519. https://doi.org/10.1111/j.1467-9507.2006.00353.x

Lowenfeld, V., & Brittain, W. L. (1987). Creative and mental growth. Macmillan.

Lubis, H. Z., Roaina, L., Lubis, N. A., & Amarisa, Y. (2024). Analisis peran tari dalam mengembangkan keterampilan sosial anak di TK Anline. Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 246–254. https://doi.org/10.53515/cej.v5i2.6063

Mardiyah, Sakinah, & Khaerunnisa, L. (2025). Asesmen perkembangan sosial anak usia 5 tahun melalui observasi naturalistik. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 7(2), 396–400. https://doi.org/10.35473/ijec.v7i2.4208

Mayasarokh, M., Darmayanti, & Hayati, L. A. (2023). Penerapan pembelajaran seni tari terhadap kecerdasan kinestetik. Jurnal Pelita PAUD, 7(2), 433–439. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v7i2.3088

Mukhlis, A., & Mbelo, F. H. (2019). Analisis perkembangan sosial emosional anak usia dini pada permainan tradisional. Preschool: Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 11–28. https://doi.org/10.18860/preschool.v1i1.8172

Nur Khoirani, A., & Pamungkas, J. (2025). Membangun kecerdasan emosional melalui kegiatan seni tari pada anak usia dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 427–436. https://doi.org/10.37985/murhum.v6i2.1455

Poulou, M. S., & Denham, S. A. (2023). Teachers' emotional expressiveness and coping reactions to students' emotions: Associations with students' social-emotional competences and school adjustment. Early Education and Development, 34(3), 607–625. https://doi.org/10.1080/10409289.2022.2053486

Putri, C. F., & Pamungkas, J. (2025). Eksplorasi ekspresi seni anak usia dini melalui tari daerah dan musik tradisional angklung: Studi di TKN Pembina dan TK Santa Theresia. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 1026–1033. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.1172

Risqiana, Y. E., & Rahmadani, N. K. A. (2025). Eksplorasi kreativitas tari pada anak usia dini. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 267–278. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.28340

Sudaryanti, Prayitno, Arifiyanti, N., & Maharani, O. (2024). Pengembangan kemampuan motorik dan sosial emosional anak usia dini menggunakan permainan tradisional. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), 114–125. https://doi.org/10.21831/jpa.v13i1.387

Suranti, B. (2023). Pelestarian budaya tarian khas Lampung melalui organisasi UKM IMPAS di kampus IAIN Metro. JSP: Jurnal Social Pedagogy, 4(1), 53–62.

Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60

Theodotou, E. (2025). Dancing with children or dancing for children? Measuring the effects of a dance intervention in children’s confidence and agency. Early Child Development and Care. https://doi.org/10.1080/03004430.2025.2452587

Downloads

Published

2026-10-23

How to Cite

Syafitri, R. A., & Mulya, N. (2026). Mengembangkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia 5–6 Tahun melalui Tari Sembah di TK Thoyyibah Bandar Lampung. Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 1561–1574. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i2.12853

Citation Check

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.